Dunia saat ini sedang menua dalam kesunyian yang mencekam. Jika kita dengan teliti membedah data global, kemanusiaan tengah memasuki sebuah fase yang disebut sebagai era "Below Replacement". Fenomena eksistensial ini menggambarkan penurunan drastis angka fertilitas global.
Penurunan Angka Fertilitas
Pada dekade 1960-an, setiap perempuan di dunia rata-rata memiliki lima anak. Namun, hari ini angka tersebut menyusut tajam ke kisaran 2,1 hingga 2,3 saja. Padahal, dalam konsensus teori demografi, replacement level atau ambang batas minimal untuk menjaga keberlangsungan populasi agar tidak punah harus berada di angka 2,1 anak per perempuan.
Dampak Global
Penurunan ini membawa konsekuensi serius, seperti penuaan populasi, berkurangnya tenaga kerja produktif, dan tekanan pada sistem sosial. Negara-negara dengan angka fertilitas sangat rendah, seperti Jepang dan Korea Selatan, sudah merasakan dampaknya.
Para ahli demografi memperingatkan bahwa tren ini dapat menyebabkan penyusutan populasi secara signifikan dalam beberapa dekade mendatang, mengubah struktur ekonomi dan sosial secara fundamental.



