Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman tiba di Istana Negara pada Senin, 27 April 2026, untuk dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Pria kelahiran Bandung, 19 November 1965, ini dikenal sebagai sosok pekerja keras, tegas, dan penyayang keluarga. Dudung menegaskan bahwa sebagai prajurat, ia harus siap jika diperintahkan oleh presiden untuk menduduki jabatan apa pun.
Latar Belakang Kehidupan
Dudung Abdurachman terlahir dari keluarga yang serba kekurangan. Sejak ayahnya meninggal akibat penyakit liver pada 1981, ia harus menjadi tulang punggung keluarga. Untuk bertahan hidup, Dudung berkeliling asrama menjajakan kue, kerupuk, nasi, dan terasi buatan ibundanya. Aktivitas ini terus dilakoninya hingga lulus SMA. Selain berjualan kue, ia juga menjadi loper koran. Setiap pukul 4 pagi, Dudung remaja berangkat ke kawasan Cikapundung untuk mengambil koran milik Pak Mulyono. Sebelum diantar ke pelanggan, ia menyempatkan diri membaca koran yang terbit pada hari itu.
Motivasi Dudung menjadi tentara bermula dari kejadian unik saat mengantarkan klepon dagangan ibunya ke lingkungan Komando Daerah Militer (Kodam) di dekat rumahnya. Di sana, ia bertemu dengan prajurit TNI yang memicu mimpinya untuk bergabung dengan militer.
Karier Militer
Karier militer Dudung dimulai setelah lulus SMA, saat ia mendaftar di Akabri dan menjalani pendidikan hingga 1988, yang membawanya meraih pangkat letnan dua. Selama perjalanan kariernya, ia pernah menjabat sebagai Dandim 0406/Musi Rawas, Dandim 0418/Palembang, Aspers Kasdam VII/Wirabuana (2010-2011), Danrindam II/Sriwijaya (2011), Dandenma Mabes TNI, Wagub Akmil (2015-2016), Staf Khusus KSAD (2016-2017), Waaster Kasad (2017-2018), Gubernur Akmil (2018-2020), Pangdam Jaya, dan akhirnya menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD).
Saat menjabat sebagai Pangdam Jaya, nama Dudung semakin dikenal publik. Ia dengan tegas memerintahkan pencopotan baliho bergambar pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Syihab. Menurutnya, baliho-baliho yang tersebar di sejumlah titik ibu kota itu melanggar aturan. Meskipun petugas Satpol PP sudah menurunkannya, baliho itu kembali dipasang. Dudung menegaskan bahwa siapa pun harus taat pada hukum tanpa terkecuali. "Kalau siapapun di republik ini, ini negara hukum, harus taat kepada hukum, kalau masang baliho sudah jelas ada aturannya, ada bayar pajak, dan tempat ditentukan, jangan seenaknya sendiri, seakan akan dia paling benar," tegasnya.
Penunjukan sebagai Kepala Staf Kepresidenan
Pada 27 April 2026, Presiden Prabowo Subianto melantik Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Dudung menyatakan kesiapannya untuk menjalankan tugas ini dengan penuh tanggung jawab. Ia berjanji akan membuka akses laporan masyarakat selama 24 jam. Penunjukan ini menjadi babak baru dalam kariernya setelah purnatugas dari TNI.



