Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal memberikan lima saran kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai perjalanan luar negeri. Saran tersebut ditanggapi oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Berikut adalah kelima saran tersebut.
Saran Pertama: Gunakan Komunikasi Virtual
Dino menyarankan Presiden Prabowo untuk lebih mengandalkan video call, Zoom, atau telepon dalam berkomunikasi dengan pemimpin dunia. Menurut Dino, pertemuan bilateral biasanya hanya berlangsung satu hingga dua jam. Ia mencontohkan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum yang telah 17 kali menelepon Presiden AS Donald Trump tanpa melakukan pertemuan bilateral, meskipun AS adalah mitra dagang terbesar Meksiko.
Saran Kedua: Manfaatkan Forum Internasional
Dino menganjurkan agar Prabowo memanfaatkan kehadiran dalam forum internasional untuk bertemu dengan kepala negara lain. Ia mengungkapkan bahwa Presiden Finlandia Alexander Stubb pernah meminta pertemuan bilateral saat sidang PBB di New York, tetapi tidak direspons. Dino juga menyebut ada kepala negara ASEAN yang mengarahkan pertemuan bilateral di KTT ASEAN Cebu, Filipina, namun juga tidak direspons. Ia menyarankan penerapan formula 1 plus 8, yaitu bertemu setidaknya delapan kepala negara lain saat menghadiri forum internasional.
Saran Ketiga: Rencanakan Kunjungan Secara Profesional
Dino menyarankan agar kunjungan internasional direncanakan dengan matang, termasuk pengumuman rencana kunjungan satu bulan atau minimal seminggu sebelumnya. Ia mengkritik kunjungan mendadak ke Pakistan dan Rusia saat bencana banjir Sumatera yang tidak diinformasikan kepada publik. Dino menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas.
Saran Keempat: Lebih Banyak Menerima Tamu Negara
Dino menyarankan agar dalam satu tahun ke depan, Prabowo lebih banyak menerima tamu negara di dalam negeri daripada bepergian ke luar negeri. Ia mencontohkan Presiden China Xi Jinping yang lebih sering menerima tamu di Beijing.
Saran Kelima: Delegasikan Misi Diplomatik ke Menlu
Dino menyarankan agar misi diplomatik taktis ditangani oleh Menteri Luar Negeri Sugiono, yang hanya didampingi tiga staf, sehingga lebih hemat biaya. Ia menekankan bahwa Menlu harus fokus pada politik luar negeri, bukan menjadi bagian dari rombongan presiden.
Tanggapan Seskab Teddy Indra Wijaya
Seskab Teddy Indra Wijaya menanggapi saran Dino melalui video yang diunggah di media sosial Sekretariat Kabinet pada Senin (1/6). Teddy berterima kasih atas masukan yang terstruktur. Ia meluruskan bahwa kelebihan biaya kunjungan luar negeri Presiden Prabowo ditanggung secara pribadi oleh presiden.



