Misteri Api di Rumah Fia Sleman Terus Muncul, Tim UGM Temukan Gas Hidrogen
Misteri Api di Rumah Fia Sleman, Tim UGM Temukan Gas Hidrogen

Misteri Api di Rumah Fia Sleman: 73 Kali Muncul, Tim UGM Temukan Gas Hidrogen

Sleman, Nusantara Daily – Fenomena api misterius yang melanda kediaman Mutfiana alias Fia, warga Seyegan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, terus menjadi perhatian. Hingga Senin (1/6), api telah muncul sebanyak 73 kali dalam sembilan hari terakhir, membakar berbagai barang di rumah tersebut. Tim pakar dari Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) dan BPBD setempat masih terus menyelidiki penyebabnya.

Kronologi Kemunculan Api

Pada Senin siang, saat tim pakar UGM dan petugas BPPTKG berada di lokasi, tiba-tiba terdengar teriakan dari dalam rumah. "Njedul meneh iki (apinya muncul lagi)!" seru seorang ibu. Api telah menyulut sebuah kaos hitam yang digantung di kamar gelap. Tim segera memadamkannya dengan alat pemadam api ringan (APAR). Namun, hanya 24 menit kemudian, kaos yang sama kembali mengeluarkan asap tebal. Tim pakar meyakini jika dibiarkan, api akan muncul kembali. Detektor gas pun dikerahkan, dan asap dipadamkan dengan cara diinjak-injak.

Fia menjelaskan bahwa intensitas kemunculan api stabil, sekitar 7-9 kejadian per hari. "Stabil malah," ujarnya. Akibatnya, ia sekeluarga terpaksa mengungsi ke bangunan utara rumah dan memindahkan sebagian besar barang. Karpet, tikar, sarung bantal, kardus, jaket, dan banyak barang lain hangus terbakar. "Rata-rata kain, ya yang mudah kebakar lah," tambahnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Investigasi Tim Pakar

Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM yang dipimpin Alva Edy Tontowi telah mengambil sampel di lokasi. Awalnya, mereka menduga gas metana (CH4) sebagai pemicu. Namun, temuan gas hidrogen (H2) pada Senin lalu membuka kemungkinan lain. "Khusus di ruangan tadi (lokasi kaos hitam terbakar pertama), ruangan yang tengah tadi, di kamar itu yang nampaknya konsentrasinya tinggi," tutur Alva.

Guru Besar bidang Ilmu Vulkanologi UGM, Agung Harijoko, menyebut gas hidrogen sebagai 'suspect' utama. Tim kini fokus mencari tahu bagaimana gas hidrogen terbentuk di lokasi tersebut. Sampel air dari beberapa titik di rumah Fia telah diambil untuk dianalisis. "Kami harus memikirkan lagi adalah sumbernya dari mana? Mekanismenya. Mekanisme pembentukan gas hidrogen ini yang perlu kami telaah lagi," ucap Agung.

Tim juga melibatkan Iswandi dari Teknik Elektro UGM untuk memastikan tidak ada kaitan dengan kelistrikan. Iswandi mengamati medan elektromagnetik di sekitar dan menyatakan tidak ada sumber besar seperti tower atau tegangan tinggi. Ketidakstabilan aliran listrik di rumah Fia juga tidak terbukti memicu api karena titik api muncul secara sporadis dan acak. "Bahwa yang terbakar itu kan satu gas ya, dan prosesnya tadi ada kemungkinan itu bisa muncul karena tidak perlu pemantik. Dan di sini memang kalau kelistrikan itu cenderungnya sebagai pemantik saja, tapi kalau memang itu prosesnya gasnya itu tidak perlu pemantik saya kira tidak ada hubungannya dengan listrik ya," paparnya.

Fenomena Pembakaran Spontan

Tim PKPE FT UGM menganalisis bahwa fenomena ini adalah auto ignition atau spontaneous ignition, yaitu pembakaran spontan di mana suatu bahan memicu panasnya sendiri tanpa sumber api dari luar. Meski demikian, Fia dan keluarganya tetap waspada. "Karena ini belum berakhir, kita harus berjaga terus. Ada yang jaga setiap hari setiap waktu," katanya. Ayah Fia, Agus, bahkan berkelakar bahwa celana yang ia kenakan adalah satu-satunya yang tersisa. "Katok telu gari siji (celana tiga tinggal satu)," ujarnya.

Kedatangan tim ahli gabungan sejak pekan lalu setidaknya membuat Fia sedikit lega. Temuan sementara menghilangkan bayangan hal-hal mistis sebagai pemicu. Namun, penyelidikan masih berlanjut untuk memastikan penyebab pasti api misterius ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga