Fenomena Tinggal Sendirian di Indonesia: Yogyakarta Tertinggi
Fenomena sosial berupa tinggal sendirian dalam satu rumah masih terjadi di Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) periode 2009-2025 mencatat dinamika jumlah orang yang hidup sendirian. Data menunjukkan bahwa persentase rumah tangga dengan satu anggota di Indonesia pada tahun 2009 adalah 6,58%. Angka tersebut cenderung meningkat perlahan dan mencapai puncaknya pada tahun 2021, yaitu sebesar 8,04%. Namun, dalam proyeksi terbaru, angka ini menurun menjadi 3,90% pada 2024 dan terus turun menjadi 3,64% pada 2025.
Perbedaan Gender dalam Tinggal Sendirian
Data Susenas juga mengungkap perbedaan signifikan antara laki-laki dan perempuan yang tinggal sendirian. Secara nasional pada tahun 2024, persentase perempuan yang tinggal sendirian mencapai 22,65%, sementara laki-laki hanya 1,37%. Hal ini menunjukkan bahwa fenomena tinggal sendirian di Indonesia lebih banyak dialami oleh perempuan dibandingkan laki-laki.
Provinsi dengan Penduduk Tinggal Sendirian Terbanyak
BPS juga mengidentifikasi provinsi dengan persentase penduduk tinggal sendirian tertinggi. Berdasarkan data tahun 2024 dan proyeksi 2025, berikut adalah empat provinsi teratas:
- Yogyakarta: 13,51% pada 2024 dan diproyeksikan 14,24% pada 2025.
- Bali: 7,69% pada 2024 dan diproyeksikan 8,57% pada 2025.
- Kepulauan Riau: 5,77% pada 2024 dan diproyeksikan 7,45% pada 2025.
- Jawa Timur: 5,45% pada 2024 dan diproyeksikan 4,85% pada 2025.
Yogyakarta menempati posisi pertama dengan persentase tertinggi, menunjukkan bahwa budaya atau kondisi sosial di sana mendorong lebih banyak orang untuk hidup sendiri. Sementara itu, Bali dan Kepulauan Riau juga menunjukkan tren peningkatan, sedangkan Jawa Timur mengalami sedikit penurunan dalam proyeksi 2025.



