Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa pasukannya telah melancarkan serangan terhadap pangkalan-pangkalan musuh di kawasan Teluk. Langkah ini diambil setelah militer Amerika Serikat (AS) melakukan serangan udara yang menargetkan instalasi radar di pesisir selatan Iran.
Serangan Balasan Iran
Dalam pernyataan resmi yang disiarkan oleh stasiun televisi negara IRIB dan dilansir AFP pada Sabtu (6/6/2026), IRGC tidak menyebutkan secara rinci lokasi pangkalan AS yang menjadi sasaran. Namun, pernyataan yang juga dilaporkan oleh kantor berita Tasnim menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan respons terhadap agresi militer AS di Kota Sirik dan Pulau Qeshm yang berada di dekat Selat Hormuz.
IRGC menyatakan, "Menyusul invasi militer AS yang membunuh anak-anak dan bertindak seperti teroris di Sirik dan Pulau Qeshm, pangkalan-pangkalan musuh di kawasan tersebut dihantam oleh sejumlah rudal udara."
Ledakan Terdengar di Kuwait dan Bahrain
Koresponden AFP melaporkan bahwa rentetan ledakan terdengar pada Sabtu pagi di wilayah Kuwait dan Bahrain, tak lama setelah AS mengumumkan serangan terbaru terhadap Iran. Militer Kuwait mengonfirmasi bahwa pasukannya merespons serangan rudal dan drone "musuh" pada pagi hari yang sama. Sementara itu, otoritas Bahrain melalui media sosial mengimbau warganya untuk mencari perlindungan setelah sirene peringatan serangan udara diaktifkan.
Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa atau kerusakan akibat serangan di kedua negara Teluk yang menjadi pangkalan militer AS tersebut.
Latar Belakang Serangan
Serangan Iran ini diumumkan setelah Komando Pusat AS (CENTCOM), yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, menyatakan bahwa pasukannya menyerang situs radar pengintaian pantai milik Iran di Goruk, Pulau Qeshm. CENTCOM menjelaskan bahwa serangan terhadap radar Iran dilakukan setelah pasukan AS menembak jatuh empat drone serang satu arah yang diluncurkan Teheran ke Selat Hormuz.
Dalam pernyataannya, CENTCOM menegaskan, "Drone-drone serang itu menimbulkan ancaman langsung terhadap lalu lintas maritim regional." Serangan AS terhadap instalasi radar Iran disebut bertujuan untuk "mencegah serangan-serangan lebih lanjut."
Ketegangan antara Iran dan AS terus meningkat di kawasan Teluk, dengan Selat Hormuz menjadi titik panas yang mengancam stabilitas keamanan regional.



