DPRD DKI Jakarta menyatakan dukungannya terhadap pembangunan jaringan air perpipaan di ibu kota. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk meningkatkan akses layanan air bersih yang berkualitas bagi seluruh masyarakat Jakarta.
Komitmen DPRD dalam Pengawasan dan Penganggaran
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, menegaskan bahwa melalui fungsi pengawasan dan penganggaran, pihaknya mendorong percepatan perluasan cakupan layanan air minum perpipaan. Tujuannya agar semakin banyak warga yang mendapatkan pasokan air yang aman, layak, dan berkelanjutan.
"DPRD berkomitmen memastikan alokasi anggaran pembangunan jaringan air tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas, terutama kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)," ujar Yuke dalam keterangan tertulis, Rabu (10/6/2026).
DPRD juga terus mengawasi berbagai program pembangunan jaringan air perpipaan. Dengan pengawasan yang ketat, cakupan layanan diharapkan dapat menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini belum terlayani. "Terkait pipanisasi yang sudah dianggarkan, kami pastikan berjalan sesuai rencana," tambahnya.
Prioritas Layanan Air Bersih untuk Masyarakat Kecil
Yuke menekankan bahwa layanan air bersih harus berpihak kepada masyarakat kecil, termasuk untuk kebutuhan industri. Akses terhadap air bersih merupakan hak dasar yang harus menjadi prioritas pemerintah daerah. "Harus kami prioritaskan," tegas Yuke.
Inovasi Teknologi dari PAM Jaya
Sementara itu, Direktur Utama PT PAM Jaya (Perseroda), Arief Nasrudin, mengungkapkan bahwa pemanfaatan teknologi menjadi salah satu jawaban untuk menjawab tantangan penyediaan air bersih yang terus meningkat. Riset dan pengembangan perlu dilakukan secara berkelanjutan mengingat inovasi di sektor pengelolaan air terus berkembang.
Salah satu pengembangan teknologi yang sedang digarap adalah penggunaan alat yang mampu menangkap kandungan air di udara. Alat ini dapat mengolah air dari atmosfer menjadi air siap minum. Teknologi tersebut bekerja dengan memanfaatkan kandungan air yang terdapat di atmosfer, mirip dengan proses kondensasi pada pendingin udara atau AC.
"Menangkap titik air di udara dan diproses menjadi air minum," jelas Arief.
Teknologi ini rencananya akan menjadi bagian dari fasilitas Water Hub atau Water Station yang akan ditempatkan di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin. Nantinya, masyarakat dapat mengakses air minum secara langsung dan gratis di kawasan tersebut. Saat ini, pembangunan fasilitas tersebut masih dalam tahap persiapan.
Arief menambahkan bahwa teknologi serupa telah digunakan di negara-negara Afrika yang kesulitan mendapatkan sumber air. "Karena mereka sumber airnya susah, akhirnya teknologi ini dijadikan sebagai salah satu sumber air untuk dibuat pipanisasi," tutup Arief.



