Iran kembali menunjuk Gholam-Hossein Mohseni-Ejei sebagai ketua hakim agung untuk masa jabatan lima tahun ke depan. Keputusan tersebut diumumkan di tengah prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, menunjukkan upaya pemerintah untuk memperlihatkan kesinambungan kekuasaan.
Konfirmasi dari Pemimpin Tertinggi Baru
Penunjukan kembali Mohseni-Ejei dikonfirmasi oleh Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, melalui pesan teks yang dikaitkan dengan kepala negara baru tersebut. Mojtaba, putra Ali Khamenei, belum terlihat di hadapan publik sejak menggantikan ayahnya pada Maret 2026.
Latar Belakang Mohseni-Ejei
Mohseni-Ejei, yang telah menjabat sebagai ketua hakim agung sejak 2021, dikenal sebagai tokoh konservatif dan dekat dengan kalangan ulama. Masa jabatan barunya akan berlangsung hingga 2031, memperkuat posisinya di puncak peradilan Iran.
Dampak Politik
Penunjukan ini terjadi di saat Iran menghadapi tekanan internasional dan ketidakpastian domestik. Dengan tetap mempertahankan Mohseni-Ejei, rezim berupaya menjaga stabilitas di tengah transisi kepemimpinan yang belum sepenuhnya mulus.



