Presiden Lebanon, Joseph Aoun, merespons tegas Israel yang enggan mundur dan bertahan di wilayah yang mereka sebut sebagai 'zona keamanan' di Lebanon, Suriah, dan Jalur Gaza. Aoun menegaskan bahwa Lebanon tidak akan menyerahkan satu inci pun wilayahnya kepada Israel.
Negosiasi Bukan Pengkhianatan
Dilansir kantor berita AFP, Kamis (2/7/2026), Joseph Aoun membela negosiasi yang dilakukan dengan Israel, dengan menyatakan bahwa langkah tersebut bukanlah sebuah pengkhianatan. Pekan lalu, Lebanon menandatangani perjanjian kerangka kerja yang didukung AS dengan Israel yang bertujuan untuk mewujudkan perdamaian di antara kedua negara. Langkah ini menuai protes besar dari Hizbullah yang didukung Iran.
"Negosiasi dengan Israel bukanlah pengkhianatan, melainkan sebuah perang diplomatik tanpa pertumpahan darah yang sia-sia," kata Joseph Aoun.
Konflik Terbaru dan Dampaknya
Perang terbaru terjadi pada tanggal 2 Maret, ketika Hizbullah meluncurkan rudal ke Israel sebagai pembalasan atas serangan AS-Israel yang menewaskan pemimpin tinggi Iran. Israel membalas dengan serangan udara dan invasi darat yang telah menewaskan lebih dari 4.200 orang di Lebanon. Joseph Aoun mengatakan bahwa Beirut telah memutuskan untuk terlibat dalam pembicaraan guna menjamin penarikan mundur Israel dari wilayahnya.
"Kami tidak akan menyerahkan satu inci pun wilayah Lebanon," tegas Aoun.
Perjanjian Kerangka Kerja
Perjanjian kerangka kerja tersebut memproyeksikan tentara Lebanon secara bertahap akan menegakkan otoritasnya atas Lebanon Selatan, seiring dengan pelucutan senjata Hizbullah dan penarikan mundur Israel. Namun, perjanjian ini tidak menetapkan tenggat waktu yang pasti.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, sebelumnya mengatakan bahwa pasukan Israel akan tetap berada di zona keamanan yang didirikan di Lebanon, Suriah, dan Gaza. Langkah itu diambil sampai pemberitahuan lebih lanjut.
"IDF akan tetap berada di zona keamanan di Lebanon, Suriah, dan Gaza sampai pemberitahuan lebih lanjut, untuk melindungi penduduk dan komunitas Israel dari teroris jihadis," kata Israel Katz, menurut kementerian pertahanan, dilansir AFP, Rabu (1/7). "Kami tidak akan mundur dari zona keamanan," kata Katz pada acara yang diadakan untuk menghormati tentara Israel yang tewas selama perang 2006 di Lebanon.



