Wagub Rano Karno Larang Keras Hewan Kurban Sakit Disembelih di Jakarta
Wagub Rano Karno Larang Keras Hewan Kurban Sakit Disembelih

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperketat pengawasan terhadap kelayakan kesehatan hewan kurban pada momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menginstruksikan seluruh jajarannya di lapangan untuk langsung menyisihkan hewan kurban yang terindikasi berpenyakit atau tidak memenuhi syarat syariat. Ketegasan tersebut disampaikan Rano Karno usai menunaikan ibadah Salat Idul Adha bersama warga di halaman Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (27/5/2026).

Larangan Tegas untuk Hewan Kurban Tidak Sehat

“Saya sudah tegaskan apabila ditemukan hewan yang mungkin tidak lolos, tidak boleh ada toleransi untuk tidak mengorbankan. Artinya, itu harus disampingkan,” ujar Rano Karno secara lugas di hadapan media. Kendati pengawasan diperketat, Rano optimistis proses pemotongan hewan kurban di seluruh wilayah Jakarta akan berjalan lancar. Hal ini karena Pemprov DKI telah memberikan pelatihan khusus kepada para juru sembelih halal (juleha) dan tim pemeriksa kesehatan hewan mengenai tata cara penanganan yang benar.

Penyaluran Kurban Meningkat, Sasar Korban Kebakaran

Pada Idul Adha 2026 ini, Pemprov DKI Jakarta mencatat kenaikan jumlah bantuan hewan kurban dibanding tahun lalu. Total ada 210 ekor sapi dan 10 ekor kambing yang disalurkan secara kolektif ke berbagai titik strategis di wilayah ibu kota. Salah satu fokus utama pendistribusian tahun ini diarahkan ke kawasan padat penduduk di Jalan Ibrahim Gang Langgar, Tamansari, Jakarta Barat. Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian sosial bagi warga setempat yang sempat terdampak musibah kebakaran hebat.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

“Yang pertama ada di Jalan Ibrahim, Gang Langgar Taman Sari di Jakarta Barat. Kurban diserahkan kepada warga korban kebakaran yang terjadi pada September tahun 2025 lalu,” jelas Rano. Selain posko pengungsian di Jakarta Barat, Pemprov DKI juga mengirimkan hewan kurban ke kawasan Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Wilayah tersebut dipilih sebagai bentuk apresiasi karena dinilai sukses mengintegrasikan sistem keamanan lingkungan berbasis teknologi digital yang dikombinasikan dengan tingginya partisipasi aktif warga lokal.

Pelatihan Juru Sembelih dan Tim Pemeriksa

Untuk menjamin kelancaran proses kurban, Pemprov DKI telah memberikan pelatihan khusus kepada para juru sembelih halal (juleha) dan tim pemeriksa kesehatan hewan. Pelatihan ini mencakup tata cara penanganan hewan yang benar sesuai syariat dan standar kesehatan. Dengan demikian, diharapkan tidak ada kendala berarti dalam pelaksanaan pemotongan hewan kurban di seluruh Jakarta.

Pemprov DKI juga mengimbau seluruh masyarakat dan penyelenggara kurban di ibu kota untuk menerapkan prinsip EcoQurban guna menekan lonjakan limbah dan pencemaran selama Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Aturan baru melarang panitia membuang darah dan sisa kurban ke selokan, sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga