Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa tumpukan sampah di pesisir Jakarta Utara, tepatnya di Muara Angke, membutuhkan waktu sekitar empat hari untuk dibersihkan secara menyeluruh. Menurutnya, jika tidak dilakukan pembersihan secara rutin, volume sampah di lokasi tersebut akan terus bertambah dan berpotensi menciptakan daratan sampah baru.
"Minusnya, kalau tidak secara rutin dibersihkan maka akan menjadi seperti yang kemarin, seperti pulau sampah. Dan sekarang ini terus terang sudah dibersihkan dan memerlukan waktu kurang lebih 3-4 hari untuk membersihkan itu," ujar Pramono kepada wartawan di CFD Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Minggu (7/6/2026).
Sumber Sampah dari 13 Sungai
Pramono menjelaskan bahwa sumber sampah di Muara Angke berasal dari sejumlah sungai yang bermuara di kawasan tersebut. Ia menyebutkan ada 13 sungai yang mengalir ke Muara Angke, sehingga tempat itu menjadi lokasi akhir pembuangan sampah dari berbagai daerah.
"Memang Muara Angke itu adalah tempat begitu ujung dari sungai-sungai yang ada, ada 13 sungai, salah satunya kemudian muaranya di Muara Angke. Begitu mereka keluar, selama ini mengalami pengendapan di sana. Dan ini sudah berlangsung lama," jelasnya.
Pramono bersyukur tumpukan sampah tersebut tidak sampai terdorong hingga ke Kepulauan Seribu. Ia menegaskan komitmennya untuk melakukan pembersihan secara rutin guna mencegah penumpukan yang lebih parah.
"Saya sudah meminta untuk Muara Angke ini secara rutin untuk dibersihkan, karena jangan sampai seperti kemarin yang sudah menjadi seperti pulau baru dibersihkan," tegasnya.
8,8 Ton Sampah Berhasil Diangkut
Kepala Seksi Penanganan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kepulauan Seribu, Lukman Dermanto, mengungkapkan bahwa proses pembersihan telah dilakukan sejak 2 hingga 5 Juni 2026. Selama empat hari, total 8,8 ton sampah berhasil diangkut dari endapan Muara Kali Adem.
"Hasil penanganan sampah di endapan Muara Kali Adem. Hari ke-1 sebanyak 0,88 ton, hari ke-2 sebanyak 1,76 ton, hari ke-3 sebanyak 3,52 ton, dan hari ke-4 sebanyak 2,64 ton," ujar Lukman saat dihubungi wartawan pada Jumat (5/6/2026).
Dengan demikian, total sampah yang terangkut selama empat hari korve mencapai 8,8 ton. "Iya (total 8,8 ton)," pungkasnya.



