Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto secara resmi menyerahkan bantuan sosial (bansos) berupa program bedah rumah di Warungkiara, Sukabumi, Jawa Barat. Program ini telah berhasil membangun sebanyak 24 unit rumah yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia.
Program Bedah Rumah dari Hasil Panen Raya Lapas
Agus Andrianto menjelaskan bahwa bansos bedah rumah ini merupakan sebagian dari hasil panen raya yang diperoleh dari Lapas Cirebon pada bulan Januari lalu. Program ini bertujuan untuk menjadikan rumah-rumah tersebut layak huni bagi masyarakat yang membutuhkan.
"Kegiatan bakti sosial dalam bentuk bedah rumah sebenarnya sudah dilaksanakan, ada 24 unit yang sudah dibangun. Enam unit di Jawa Timur di Lapas IIB Tuban, Warung Kiara ada 5 unit, Situbondo ada 3 unit, Penyabungan ada 3 unit, Trenggalek 1 unit, Batusangkar 1 unit, Amuntai 1 unit, Palembang 3 unit, dan Muara Sabak Jambi 3 unit," ujar Agus dalam sambutannya di Lapas Warungkiara, Sukabumi, Jawa Barat, pada Rabu (10/6/2026).
Sasaran Program juga Mencakup Tempat Ibadah
Selain rumah tinggal, program bedah rumah ini juga menyasar tempat ibadah. Agus menambahkan bahwa perkebunan di Lapas Warungkiara turut mendapatkan bantuan dalam rangka optimalisasi sarana asimilasi dan edukasi.
"Pada hari ini yaitu bedah rumah dan tempat ibadah serta optimalisasi Sarana Asimilasi dan Edukasi Berkah Mandiri di Sukabumi," jelasnya.
Rencana Pembangunan Rumah Murah untuk Pegawai
Agus juga mengungkapkan bahwa Kementerian Imipas telah merencanakan pembangunan rumah murah bagi para pegawai. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai di lingkungan kementerian.
"Kami bulan yang lalu sudah melakukan peletakan batu pertama untuk rumah murah bagi pegawai di jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia dengan bunga 7,5 persen flat selama 25 tahun. Ini mudah-mudahan juga bagian dari upaya kita untuk mendukung penyediaan rumah bagi seluruh warga Indonesia," imbuhnya.



