Mensesneg Telepon Gubernur Sulteng Usai Gempa M 6,7, Pastikan Penanganan Lancar
Jakarta - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan belasungkawa atas gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah (Sulteng). Gempa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
"Kami mohon izin menyampaikan rasa duka cita terhadap kejadian gempa di Palu kemarin, yang ada satu korban meninggal dunia, dan beberapa yang sedang dirawat," ujar Prasetyo kepada wartawan di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Rabu (17/6/2026).
Prasetyo mengungkapkan bahwa dirinya langsung berkomunikasi dengan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal. Hal ini termasuk penyebaran informasi kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
"Pagi tadi kami juga sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak, dan juga dengan Gubernur Sulawesi Tengah untuk memastikan seluruh penanganan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya," jelas Prasetyo. "Termasuk terus memberikan informasi kepada masyarakat untuk tidak boleh lengah, tetap waspada apabila mengantisipasi kejadian gempa-gempa susulan," tambahnya.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data terkait dampak gempa. Hingga Rabu (17/6/2026) pukul 04.00 Wita, tercatat 1.254 rumah mengalami kerusakan dan 76 warga menderita luka-luka. Kerusakan dan korban tersebar di beberapa wilayah, termasuk Palu, Sigi, Parigi Moutong, dan Poso.
"Untuk korban meninggal dunia terdata saat ini 1 orang di kabupaten Sigi," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB, Rabu (17/6).
Selain itu, sebanyak 1.834 kepala keluarga (KK) atau sekitar 5.784 jiwa terdampak gempa. Abdul Muhari menjelaskan bahwa warga terdampak adalah mereka yang merasakan atau terpapar langsung getaran gempa. "Ada yang luka ringan 73 jiwa dan luka berat 3 jiwa. Luka berat ini yang berkaitan dengan tulang atau luka akibat runtuhan struktur bangunan," ucapnya.
Pemerintah terus berupaya melakukan penanganan dan pemulihan pascagempa. Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi prioritas untuk memastikan bantuan dan evakuasi berjalan lancar.



