Mayjen Trenggono Mundur dari TNI Usai Jadi Wakil Kepala BGN
Mayjen Trenggono Mundur dari TNI Usai Jadi Wakil Kepala BGN

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang mengonfirmasi bahwa Wakil Kepala BGN yang baru, Mayjen Trenggono, akan segera mundur dari dinas TNI. Proses pengunduran diri telah dimulai dan tengah berlangsung.

"Sudah diajukan proses pengunduran diri dan mungkin dalam waktu dekat beliau sudah pensiun. Tapi proses pengunduran dirinya sudah dilakukan berlangsung sejak kemarin," ujar Nanik di Kantor BGN, Jakarta, Kamis (4/6).

Sebelum menjabat Wakil Kepala BGN, Mayjen Trenggono menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara. Nanik menjelaskan bahwa latar belakang militer Trenggono dibutuhkan untuk program 3T yang memerlukan ahli teritorial.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Rotasi Pimpinan BGN

Pucuk pimpinan BGN mengalami rotasi setelah Presiden RI Prabowo mencopot Dadan Hindayana pada Selasa (2/6) lalu. Nanik yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN kini naik menjadi Kepala BGN. Pada hari yang sama, Prabowo juga mencopot dua Wakil Kepala BGN, yaitu Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung. Posisi mereka digantikan oleh Agustina Arumsari dan Mayjen Trenggono.

Penggeledahan dan Penetapan Tersangka

Sehari setelah pencopotan, Kejaksaan Agung menggeledah kantor BGN dan sejumlah tempat. Kejagung juga memeriksa Dadan, Sony, dan Lodewyk. Pada Rabu malam, Dadan bersama Lodewyk dan Sony ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan korupsi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Presiden Prabowo mengaku sedih karena harus mencopot mereka. "Saya sebetulnya, hari ini, saat ini sebetulnya saya sedih. Saya tidak bisa tutupi bahwa saya dalam dalam keadaan sedih. Karena, saya terpaksa mengganti orang-orang yang saya, sebenarnya yang saya sayangi, orang yang saya percaya, orang yang saya berikan tugas untuk negara yang sangat berat," ujar Prabowo saat memberi arahan dalam Rapat Konsolidasi Program MBG di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu lalu.

"Saya tidak mau banyak komentar, karena mereka-mereka ini menghadapi masalah penyelidikan hukum. Karena itu saya tidak boleh banyak komentar, nanti seolah saya mempengaruhi," sambungnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga