Luhut Apresiasi Kemensos Perkuat Digitalisasi Bantuan Sosial
Luhut Apresiasi Kemensos Perkuat Digitalisasi Bansos

Jakarta - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan memberikan apresiasi tinggi kepada Kementerian Sosial (Kemensos) atas perannya dalam memperkuat integrasi data dan digitalisasi perlindungan sosial nasional. Pernyataan ini disampaikan Luhut saat memimpin Rapat Tingkat Menteri (RTM) Perluasan Uji Coba Digitalisasi Bantuan Sosial dan Kartu Usaha.

"Kemensos saya kira sudah sangat bagus," ujar Luhut dalam keterangan tertulis, Senin (11/5/2026). Pertemuan tersebut membahas percepatan integrasi digital bantuan sosial dan program pemberdayaan ekonomi yang berlandaskan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan Digital Public Infrastructure (DPI). Pemerintah menargetkan integrasi sistem lintas kementerian dan lembaga untuk meningkatkan ketepatan sasaran bantuan sosial, mempercepat layanan, serta mendukung pengentasan kemiskinan menuju target di bawah 5 persen pada 2029.

Luhut Dorong Integrasi Berbasis AI

Luhut meminta seluruh kementerian dan lembaga untuk segera mengintegrasikan data ke dalam sistem digital pemerintah yang berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). "Jangan ada lagi yang memperlambat masuk dalam sistem. Dengan sistem yang terkoneksi dan berbasis AI, pemerintah bisa membuat keputusan yang lebih akurat, efisien, dan mengurangi korupsi," tegas Luhut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dalam kaitan ini, Kementerian Sosial terus memperkuat komitmen digitalisasi bantuan sosial yang terintegrasi dengan program pemberdayaan masyarakat. Melalui pemanfaatan DTSEN dan SIKS-NG, proses pendataan, verifikasi, hingga penyaluran bantuan diharapkan menjadi lebih cepat, transparan, dan tepat sasaran. Kemensos juga menyiapkan penguatan program Kartu Usaha Afirmatif (KUA) yang menghubungkan penerima bantuan sosial dengan program pemberdayaan ekonomi, pelatihan usaha, pendampingan, hingga akses pengembangan usaha secara bertahap.

Bappenas: Digitalisasi Bansos Semakin Matang

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyatakan bahwa program digitalisasi bantuan sosial telah memasuki tahap yang semakin matang dan diarahkan untuk memastikan bantuan sosial maupun program pemberdayaan benar-benar menjangkau masyarakat yang berhak menerima. "Program digitalisasi ini sudah sampai pada titik yang sangat baik. Program ini bisa mencapai masyarakat yang menjadi sasaran dan mendukung target penurunan angka kemiskinan," ujar Rachmat.

Di sisi lain, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menjelaskan bahwa digitalisasi bansos dirancang untuk memangkas proses penyaluran bantuan yang sebelumnya memerlukan waktu panjang menjadi lebih singkat melalui sistem digital dan verifikasi berbasis biometrik. Sistem tersebut juga dilengkapi mekanisme sanggah agar masyarakat dapat mengetahui alasan kelayakan penerimaan bantuan secara lebih terbuka.

Graduasi Penerima Manfaat dan Perluasan Uji Coba

Kemensos juga menyiapkan proses graduasi penerima manfaat melalui integrasi dengan program usaha produktif. Penerima manfaat yang telah mandiri nantinya diarahkan untuk masuk ke program penguatan usaha melalui SAPA UMKM dan Kartu Usaha Produktif (KUP). "Digitalisasi bansos bukan hanya mempercepat layanan, tetapi juga menjadi instrumen penting agar bantuan sosial terhubung dengan program pemberdayaan dan graduasi penerima manfaat menuju kemandirian," kata Agus Jabo.

Rapat juga membahas perluasan uji coba digitalisasi bansos yang sebelumnya telah dilakukan di Banyuwangi dan akan diperluas ke 42 kabupaten/kota pada 2026. Pemerintah juga menyiapkan Bali sebagai provinsi model penerapan ekosistem digital perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi secara terintegrasi. "Kami siap memperkuat sinergi lintas kementerian/lembaga agar data semakin akurat dan intervensi pemerintah kepada masyarakat miskin dan rentan dapat dilakukan secara lebih efektif," tutup Agus Jabo.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga