Teheran - Para pemimpin Iran secara serentak menolak klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut adanya perpecahan dalam sistem pemerintahan Iran. Mereka menegaskan bahwa persatuan di negara Syiah itu tetap kokoh dan tak tergoyahkan.
Kepala otoritas kehakiman Iran, Gholam-Hossein Mohseni-Ejei, seperti dilansir Al Arabiya pada Jumat (24/4/2026), melontarkan kritik tajam terhadap Trump melalui media sosial X pada Kamis (23/4) waktu setempat. Mohseni-Ejei menyatakan bahwa Trump seharusnya menyadari bahwa istilah 'garis keras' dan 'moderat' hanyalah label buatan yang tidak berdasar, yang lazim digunakan dalam wacana politik Barat.
Mohseni-Ejei menambahkan bahwa semua kelompok dan arus di Iran pada akhirnya tetap mempertahankan kohesi, persatuan, dan komitmen terhadap arahan Pemimpin Tertinggi. Kritikan ini muncul setelah Presiden Masoud Pezeshkian dan ketua parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf mengeluarkan pernyataan bersama yang membantah adanya keretakan dalam pemerintahan Iran.
Dalam pernyataan di media sosial X, Ghalibaf menegaskan bahwa di Iran tidak ada garis keras atau moderat, semuanya adalah warga Iran. Ia menyatakan bahwa dengan persatuan yang tak tergoyahkan antara rakyat dan negara, serta ketaatan penuh kepada Pemimpin Tertinggi, agresor akan menyesali tindakan mereka. Pezeshkian juga mengunggah pernyataan dengan kata-kata yang sama persis di akun X miliknya.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga angkat bicara. Ia mengatakan bahwa medan perang dan diplomasi adalah dua front yang terkoordinasi penuh dalam perang yang sama. Araghchi menegaskan bahwa rakyat Iran lebih bersatu dari sebelumnya.
Pernyataan para pemimpin Iran ini merupakan respons atas klaim berulang Trump bahwa Iran kini terpecah menjadi dua kelompok, yaitu kelompok garis keras dan kelompok moderat. Trump menilai perpecahan itu menghambat upaya mencapai kesepakatan antara AS dan Iran. Trump menyatakan bahwa Iran berada dalam kesulitan besar dalam menentukan siapa pemimpin mereka dan bahwa pertikaian internal antara kelompok garis keras yang kalah di medan perang dan kelompok moderat yang sebenarnya tidak terlalu moderat sungguh gila.



