Febrian Bappenas: Perempuan Pengelola Ekonomi Keluarga, Kunci Efektivitas Kebijakan
Febrian: Perempuan Kunci Efektivitas Kebijakan dan Resiliensi

Febrian Bappenas Soroti Peran Strategis Perempuan dalam Ekonomi dan Kebijakan

Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) sekaligus Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Febrian Alphyanto Ruddyard, secara tegas mengungkapkan bahwa perempuan merupakan pengelola ekonomi keluarga dan penjaga stabilitas sosial yang fundamental. Dalam pandangannya, peran perempuan sangat krusial dalam proses pengambilan keputusan agar berbagai kebijakan yang dihasilkan dapat benar-benar efektif dan berdampak luas.

Pernyataan dalam Forum Kepemimpinan Perempuan di Balai Kota Jakarta

Pernyataan penting ini disampaikan Febrian dalam sebuah acara bertema 'Pemberdayaan Masyarakat, Peningkatan Kemandirian, dan Resiliensi Nasional dalam Memperkuat Kepemimpinan Perempuan yang Strategis dan Inklusif' yang digelar di Balai Kota Jakarta, pada Rabu, 8 April 2026. Dia menegaskan bahwa memandang perempuan semata sebagai penerima manfaat justru akan membatasi potensi besar bangsa Indonesia.

"Jika kita masih melihat perempuan sebagai penerima manfaat, maka kita sedang membatasi potensi bangsa kita sendiri. Karena faktanya, perempuan adalah pengelola ekonomi keluarga, penjaga stabilitas sosial, penghubung komunitas, dan aktor utama dalam respons krisis," tegas Febrian dalam paparan materinya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Hilangnya Efektivitas Kebijakan Tanpa Suara Perempuan

Febrian kemudian menjelaskan lebih dalam mengenai peran perempuan dalam pengambilan keputusan. Menurutnya, jika suara perempuan absen dari proses tersebut, maka efektivitas kebijakan yang dihasilkan juga akan turut hilang atau berkurang secara signifikan.

"Akhirnya, ketika perempuan tidak berada di meja pengambilan keputusan, yang hilang bukan hanya suara, yang hilang adalah efektivitas kebijakan," ucapnya dengan penuh penekanan.

Tantangan Global dan Posisi Kepemimpinan Perempuan

Wamen PPN ini juga menilai bahwa tantangan ke depan, seperti krisis multidimensi, perubahan iklim, bencana, serta ketidakpastian global, tidak akan menunggu masyarakat untuk siap sepenuhnya. Oleh karena itu, pemerintah secara serius menempatkan kepemimpinan perempuan sebagai bagian integral dari transformasi pembangunan nasional.

"Namun saya ingin menekankan satu hal penting. Transformasi tidak terjadi di atas kertas. Transformasi terjadi ketika kita berani mengubah cara berpikir. Berani keluar dari pendekatan top-down yang sempit, berani mengakui bahwa solusi tidak selalu datang dari pusat, dan berani menempatkan perempuan sebagai co-creator pembangunan dan bukan hanya sekadar objek," papar Febrian.

Membangun Resiliensi dengan Menempatkan Perempuan di Pusat

Febrian menambahkan filosofi tentang kekuatan sebuah bangsa. "Bangsa yang kuat bukan bangsa yang tidak pernah jatuh. Bangsa yang kuat adalah bangsa yang tidak membiarkan siapa pun tertinggal ketika dia bangkit. Dan jika kita ingin membangun resiliensi yang nyata, maka kita harus memastikan bahwa perempuan tidak lagi berada di pinggiran. Mereka harus berada di pusat, bukan karena kita memberi ruang, tapi karena memang itulah posisi mereka yang sebenarnya," tambahnya dengan semangat.

Ajakan untuk Mengubah Paradigma Pembangunan

Oleh sebab itu, Febrian mengajak semua pihak untuk mengubah cara pandang terhadap pembangunan. Fokusnya bukan lagi sekadar pada program apa yang diberikan kepada perempuan, tetapi lebih pada bagaimana membangun bersama perempuan sebagai pemimpin, sebagai pengambil keputusan, dan sebagai penggerak perubahan yang aktif.

"Jika kita berani melakukan itu, maka kita tidak hanya memperkuat perempuan, kita memperkuat bangsa. Dan pada akhirnya, resiliensi tidak lagi menjadi jargon, tapi dia akan menjadi fondasi nyata bagi Indonesia yang kuat, inklusif, dan berdaulat menuju Indonesia Emas 2045," tutup Febrian Ruddyard mengakhiri paparannya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga