Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS, Nabilah Aboe Bakar, menyoroti minimnya penambahan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Jakarta di tengah gencarnya pembangunan taman oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Hal ini disampaikan dalam rapat bersama jajaran eksekutif di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Apresiasi Pembangunan Taman, Namun Pemakaman Terabaikan
Nabilah mengaku mengapresiasi pembangunan taman yang dinilai mempercantik ibu kota. Namun, ia meminta Pemprov tidak mengabaikan kebutuhan lahan pemakaman. "Dari tadi saya melihat pembangunan di Dinas Pertamanan luar biasa, dan sungguh nyata terlihat bahwasanya ada pembangunan-pembangunan taman yang indah-indah," ujarnya.
Meski demikian, perhatian terhadap penyediaan lahan pemakaman dinilai belum sebanding dengan pembangunan ruang terbuka hijau. Nabilah menyoroti laporan penyerapan anggaran Dinas Pertamanan dan Hutan Kota yang lebih banyak diarahkan untuk taman dibanding penambahan area pemakaman.
Pemakaman Seolah Dianaktirikan
"Tapi untuk makam, kenapa seperti dianak-tirikan? Padahal masyarakat DKI Jakarta butuh tempat untuk rilis stres, untuk healing. Tapi ketika masyarakat DKI Jakarta meninggal dunia, itu menjadi masalah baru karena kita semua kehabisan tempat untuk pemakaman," tegas Nabilah.
Ia mengungkapkan persoalan keterbatasan lahan makam telah berulang kali disampaikan sejak awal masa jabatannya. "Saya rasa ini dari awal saya menjabat menjadi anggota DPRD sudah selalu saya ulang-ulang," katanya.
Nabilah menilai persoalan makam harus menjadi perhatian serius Pemprov DKI, terutama menjelang Jakarta memasuki usia lima abad dan menargetkan diri sebagai kota global. "Jangan sampai masyarakat butuh taman untuk healing, tapi ketika ada anggota keluarga meninggal justru kesulitan mencari lahan makam," ucapnya.
Penambahan TPU Hanya di Srengseng Sawah
Nabilah juga mempertanyakan apakah selama 2025 terdapat penambahan TPU baru selain kawasan pemakaman di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Fajar Sauri menjelaskan bahwa pada 2025 hanya ada satu pembangunan area pemakaman baru, yakni di Srengseng Sawah. "Kalau pembangunan, memang kita membangun satu pembangunan makam di Srengseng Sawah," kata Fajar.
Namun, ia menegaskan pihaknya tetap melakukan penataan dan peningkatan sarana-prasarana di sejumlah TPU yang sudah ada. Dinas Pertamanan juga berupaya menambah kapasitas makam dengan menertibkan bangunan liar di area sekitar TPU. "Kalau penambahan tidak ada, tetapi kita melakukan penertiban bangunan-bangunan liar yang ada di makam. Seperti di Menteng Pulo kita lakukan sehingga mendapat makam tambahan. Kemudian di Kober juga mendapat tambahan, kemudian satu lagi di wilayah Tegal Alur, Jakarta Barat," imbuhnya.



