DPR Apresiasi Pelaksanaan Haji Era Prabowo, Antrean Ditekan 26 Tahun
DPR Apresiasi Haji Era Prabowo, Antrean Ditekan 26 Tahun

Ketua Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan ibadah haji yang dilakukan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Menurut Cucun, berbagai terobosan berhasil diwujudkan, mulai dari penurunan biaya haji hingga pemangkasan masa tunggu antrean jemaah secara signifikan.

Penurunan Biaya Haji dan Pemangkasan Antrean

Cucun menjelaskan bahwa salah satu capaian paling penting adalah penurunan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih). Dalam dua tahun terakhir, biaya haji berhasil diturunkan hingga sekitar Rp6 juta. Hal ini meringankan beban lebih dari 200 ribu calon jemaah yang telah lama menantikan kesempatan berangkat ke Tanah Suci. Selain itu, pemerintah juga berhasil menekan masa tunggu keberangkatan haji. Jika sebelumnya antrean di sejumlah daerah mencapai 35 hingga 40 tahun, kini berhasil ditekan menjadi sekitar 26 tahun.

"Perbaikan yang terbaik ini terwujud dan terjadi di era kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo," ujar Cucun seusai rapat bersama Prabowo di Hambalang, Bogor, Rabu (17/6/2026). Ia menambahkan, "Bagaimana antrean ini yang kemarin sudah hampir 35 tahun, 40 tahun, melalui para pembantunya Bapak Presiden, Pak Menteri Haji dan Pak Wamen semua bekerja, sudah bisa ditekan sampai 26 tahun."

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Perbaikan Sistem Keberangkatan dan Akomodasi

Wakil Ketua DPR RI ini juga melaporkan kepada Prabowo terkait perbaikan sistem keberangkatan jemaah, termasuk proses imigrasi yang dinilai semakin baik. Menurut Cucun, mekanisme tersebut mampu mengantisipasi keberangkatan jemaah ilegal sekaligus memberikan kenyamanan bagi jemaah sejak sebelum terbang ke Arab Saudi. Di sisi layanan akomodasi, terjadi peningkatan signifikan. Sebanyak hampir 17 ribu jemaah haji reguler tahun ini mendapatkan fasilitas menginap di kawasan Zona 1 Madinah, area sekitar Masjid Nabawi, dengan hotel-hotel berstandar bintang lima.

"Kami mendengarkan testimoni dari para jemaah, 'Pak, kami enggak ngebayangkan diberikan hotel yang bagus seperti ini, bisa melaksanakan ibadah haji di hotel bintang 5 yang tidak jauh dari masjid'," ujar Cucun.

Peningkatan Kualitas Konsumsi

Kualitas konsumsi jemaah juga mengalami peningkatan. Kementerian Haji berhasil melakukan negosiasi dengan penyedia layanan (syarikah) sehingga menu makanan menjadi lebih beragam dan sesuai dengan selera masyarakat Indonesia. "Kalau misalkan di tahun-tahun sebelumnya nasinya itu yang enggak kenal orang kita ini nasi keras, kalau kemarin sudah lebih adaptif lagi, ramah dengan orang Indonesia," ujarnya.

Catatan dan Koordinasi

Meskipun demikian, Cucun mengakui masih terdapat sejumlah catatan yang perlu diperbaiki dalam penyelenggaraan haji. Namun secara umum, ia menilai pelaksanaan haji tahun ini menunjukkan kemajuan yang signifikan. Ia menegaskan keberhasilan tersebut tidak lepas dari komunikasi dan koordinasi yang baik antara DPR dan pemerintah, khususnya Kementerian Haji. "Itu modalnya adalah komunikasi dan koordinasi yang baik antara DPR dengan pemerintah," ujarnya.

Anggota Komisi VIII DPR RI Abidin Fikri juga menyampaikan apresiasi atas kinerja Kementerian Haji dan Umrah. Ia mengingatkan pentingnya mengantisipasi tantangan penyelenggaraan haji ke depan, terutama terkait dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah. "Dalam tantangan haji ke depan tentu karena kondisi geopolitik di Timur Tengah yang mudah-mudahan terus membaik sehingga haji kita ke depan akan lebih sukses lagi," ujarnya. Abidin pun menyampaikan apresiasi kepada Prabowo yang dinilai memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kualitas layanan bagi jemaah haji Indonesia.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga