Trump Dorong Rusia-Ukraina Berdamai, Klaim Paling Mudah Diselesaikan
Trump Dorong Damai Rusia-Ukraina, Klaim Paling Mudah

Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendorong perdamaian perang Rusia dan Ukraina setelah sepakat mengakhiri perang dengan Iran. Hal itu disampaikannya setelah bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di pertemuan G7, Prancis.

Dilansir Al Jazeera, Rabu (17/6/2026), Trump mengatakan dia akan melakukan apa pun yang dia bisa untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina setelah pertemuan yang 'sangat baik' di Prancis. Trump mendorong Rusia harus membuat kesepakatan damai dengan Ukraina.

"Saya akan melakukan apa pun yang saya bisa," kata Trump kepada wartawan di KTT di Evian-les-Bains dekat perbatasan Swiss, Selasa (16/6/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dia menambahkan, terlalu banyak pemuda yang tewas di medan perang di kedua belah pihak. "Lihat, Rusia harus membuat kesepakatan," katanya.

Trump mengklaim dirinya telah berkali-kali menjadi pelopor perdamaian perang. Pada perang Rusia dan Ukraina, dia menganggap penyelesaiannya bukan hal yang sulit.

"Saya telah menyelesaikan delapan perang. Ini adalah perang yang menurut saya akan paling mudah diselesaikan," kata dia.

Diketahui Zelenskyy bergabung dalam pembicaraan pada Selasa pagi dengan G7, yang terdiri dari Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, dan Uni Eropa. Ia juga berbicara dengan Trump dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio di sela-sela KTT tersebut.

"Fokus utamanya adalah memperkuat pertahanan udara untuk Ukraina dan memajukan diplomasi, untuk membuat Rusia mengakhiri perangnya," tulis Zelenskyy di X setelah pertemuan tersebut.

"Perdamaian dibutuhkan," ujarnya.

Zelenskyy mengatakan ia telah menerima komitmen penting dari G7. "Lebih banyak rudal pertahanan udara beserta lisensi untuk memproduksinya, paket dukungan musim dingin, dan meningkatkan tekanan pada Rusia. Yang penting, AS siap memberikan dukungan di seluruh upaya ini," tulisnya.

"Sangat penting bahwa semua yang dibahas diimplementasikan. Rusia harus belajar bahwa perangnya tidak akan pernah dinormalisasi. Saya berterima kasih kepada semua orang yang membantu," tambahnya.

Di sisi lain, para diplomat Eropa mengatakan suasana pertemuan tersebut konstruktif. "Situasi berbalik bagi Ukraina. Situasi di tahun 2026 sangat berbeda dari tahun 2025. Ukraina dengan berani mempertahankan garis depan," tulis Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di X.

"Kelelahan Rusia terlihat jelas. Inilah saatnya untuk melipatgandakan dukungan kita," pungkasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga