Andre Rosiade Dorong Penguatan Industri Semen Nasional Lewat Kunjungan ke Semen Baturaja
Andre Rosiade Dorong Penguatan Industri Semen Nasional

Wakil Ketua Komisi VI DPR Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, melakukan kunjungan kerja ke fasilitas Packing Plant PT Semen Baturaja di Panjang, Lampung, pada Rabu (10/6/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung operasional perusahaan, mendengarkan paparan kinerja manajemen, serta membahas berbagai tantangan yang dihadapi industri semen nasional di tengah persaingan yang semakin ketat.

Dalam kunjungan tersebut, Andre disambut oleh Komisaris Utama PT Semen Baturaja Muhamad Alipudin, Komisaris Independen Luthvie Arifin, Direktur Utama PT Semen Baturaja Suherman Yahya, serta jajaran manajemen perusahaan. Selain berdiskusi mengenai kondisi industri semen nasional, Andre juga melihat langsung proses distribusi dan pengantongan semen di fasilitas tersebut.

Andre mengapresiasi kondisi pabrik yang bersih, modern, dan menunjukkan peningkatan profesionalisme di lingkungan PT Semen Baturaja sebagai bagian dari Semen Indonesia Group (SIG). "Hari ini kita berkunjung ke packing plant atau fasilitas pengantongan Semen Baturaja di Lampung. Tadi kita bertemu Pak Dirut, Pak Komisaris Utama, dan jajaran manajemen. Kita mendengarkan paparan perkembangan Semen Baturaja. Alhamdulillah produksinya mencapai 2,1 juta ton. Kita juga melihat langsung fasilitas pengantongannya yang bersih dan tertata dengan baik," kata Andre.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Menurut Andre, kondisi tersebut menunjukkan transformasi positif yang dilakukan perusahaan dalam meningkatkan standar operasional dan efisiensi produksi. "Menurut saya, teman-teman di Semen Indonesia Group, khususnya Semen Baturaja, semakin profesional. Sekarang operasionalnya semakin baik, semakin bersih, dan semakin modern dibandingkan dulu," ujarnya.

Sebagai mitra kerja Kementerian BUMN, Andre menegaskan komitmennya untuk terus mengawal penguatan perusahaan-perusahaan BUMN strategis, termasuk industri semen yang memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan nasional. "Kita tentu ingin BUMN semakin sehat dan semakin kuat. Kalau ada kebutuhan strategis untuk mendukung pengembangan perusahaan, silakan disampaikan melalui mekanisme yang berlaku. DPR akan terus mengawal agar BUMN bisa tumbuh dan memberikan kontribusi maksimal bagi negara," kata Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR tersebut.

Andre juga menyoroti pentingnya menjaga iklim persaingan usaha yang sehat di sektor semen nasional. Ia menegaskan perlunya langkah tegas terhadap praktik-praktik yang dapat merugikan industri dalam negeri. "Ke depan kita akan terus mendukung agar industri semen sebagai salah satu industri strategis nasional tetap menjadi pemain utama di Indonesia. Jangan ada lagi praktik predatory pricing dari semen-semen impor, khususnya yang dapat merugikan industri nasional. Kalau ada praktik yang tidak sehat, tentu harus ditindak sesuai aturan yang berlaku," tegas Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) itu.

Selain penguatan industri, Andre juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur yang terintegrasi di Sumatera guna meningkatkan efisiensi distribusi dan menekan biaya logistik. Menurutnya, berbagai proyek strategis yang sedang dan akan dibangun di Pulau Sumatera akan membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru sekaligus memperkuat daya saing industri nasional, termasuk industri semen.

Sementara itu, Komisaris Utama PT Semen Baturaja Muhamad Alipudin menyampaikan apresiasi atas kunjungan Andre Rosiade yang dinilainya menjadi bentuk perhatian DPR terhadap keberlangsungan industri semen nasional. "Kami berharap dukungan dari berbagai pihak terus mengalir agar Semen Baturaja bisa semakin berkembang. Secara operasional kami terus melakukan pembenahan dan meningkatkan efisiensi agar perusahaan tetap kompetitif di tengah situasi yang tidak mudah," ujar Alipudin.

Alipudin menjelaskan bahwa industri semen saat ini masih menghadapi tekanan terhadap margin usaha akibat perlambatan ekonomi global dan tingginya tingkat persaingan pasar. Namun, berbagai langkah pembenahan yang dilakukan di lingkungan holding SIG mulai menunjukkan hasil positif terhadap kinerja perusahaan.

Di sisi lain, Direktur Utama PT Semen Baturaja Suherman Yahya menjelaskan bahwa perusahaan saat ini tetap fokus memperkuat pasar utama di Sumatera Selatan dan Lampung yang menjadi basis bisnis perseroan. "Kami terus menjaga pasar yang ada dan meningkatkan efisiensi distribusi. Saat ini penyerapan pasar di Sumatera Selatan dan Lampung masih sangat baik sehingga menjadi fokus utama kami," kata Suherman.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Menurutnya, perusahaan juga terus melakukan perbaikan di bidang operasional, distribusi, dan pemasaran. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memaksimalkan penggunaan moda transportasi kereta api untuk mendukung distribusi produk secara lebih efisien. Pembangunan berbagai proyek infrastruktur di Sumatera, kata Suherman, akan menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan industri semen ke depan. Dengan konektivitas yang semakin baik, biaya logistik dapat ditekan sehingga daya saing industri nasional semakin meningkat.

Komisaris Independen PT Semen Baturaja Luthvie Arifin menilai sinergi antara perusahaan, holding, pemerintah, dan DPR menjadi kunci menjaga keberlangsungan industri semen nasional. "Industri semen bukan hanya sektor manufaktur, tetapi juga menjadi penopang pembangunan infrastruktur di berbagai daerah. Kami optimistis berbagai pembenahan yang dilakukan saat ini akan memberikan dampak positif bagi perusahaan. Yang terpenting adalah menjaga sinergi dan memastikan seluruh strategi berjalan dengan baik sehingga perusahaan terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Kunjungan Andre Rosiade berlangsung dalam suasana keakraban dan diskusi konstruktif. Selain meninjau langsung proses operasional di lapangan, Andre juga menyerap berbagai masukan dari manajemen terkait kebutuhan industri semen nasional. Andre menegaskan akan terus mengawal penguatan BUMN strategis agar semakin berdaya saing, mampu menghadapi persaingan global, dan tetap menjadi tulang punggung pembangunan Indonesia.