Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin, pada Kamis (4/6/2026) waktu setempat. Dalam surat tersebut, Zelensky menyampaikan keinginannya untuk bertemu langsung dengan Putin dan mengusulkan pengakhiran perang yang telah berlangsung selama lebih dari empat tahun.
Usulan Pertemuan dan Gencatan Senjata
Zelensky menegaskan bahwa Ukraina mengusulkan untuk mengakhiri perang melalui keterlibatan langsung antara kedua pemimpin. “Ukraina mengusulkan untuk mengakhiri perang ini melalui keterlibatan langsung antara kita dan Anda. Saya mengusulkan sebuah pertemuan,” tulis Zelensky dalam suratnya. Ia juga menyatakan kesiapan Ukraina untuk melakukan gencatan senjata penuh selama proses negosiasi berlangsung. “Ukraina siap untuk gencatan senjata penuh selama negosiasi berlangsung,” tambahnya.
Serangan Besar-besaran Rusia
Langkah diplomatik ini muncul di tengah eskalasi militer yang signifikan. Sebelumnya, pada Selasa (2/6/2026), Rusia melancarkan serangan besar-besaran terhadap Ukraina dengan mengerahkan lebih dari 600 drone dan puluhan rudal, termasuk rudal balistik yang sulit ditembak jatuh. Angkatan Udara Ukraina melaporkan mendeteksi 656 drone dan 73 rudal yang diluncurkan dalam semalam. Dari jumlah tersebut, sebanyak 602 drone dan 40 rudal berhasil ditembak jatuh atau dilumpuhkan oleh pertahanan udara Ukraina.
Rudal Hipersonik Zircon
Serangan tersebut juga melibatkan delapan rudal hipersonik Zircon, yang merupakan jumlah terbesar yang pernah dikerahkan Rusia selama perang. Rudal Zircon diklaim memiliki jangkauan hingga 1.000 kilometer dan mampu melesat dengan kecepatan sembilan kali kecepatan suara. Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa serangan itu ditujukan terhadap fasilitas industri pertahanan Ukraina menggunakan senjata jarak jauh berpresisi tinggi.
Korban Jiwa
Akibat rentetan serangan rudal dan drone Rusia terhadap sejumlah kota, termasuk ibu kota Kyiv, sedikitnya 11 orang tewas dan lebih dari 100 orang lainnya mengalami luka-luka hingga Selasa (2/6) dini hari. Otoritas Ukraina terus berupaya menangani dampak dari serangan tersebut.



