Warga Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, menyuarakan keluhan terhadap kualitas udara buruk yang disebabkan oleh polusi asap dari perusahaan pengelola limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) berupa peleburan timah milik perusahaan NFU.
Gangguan Kesehatan Akibat Polusi
Keresahan warga dipicu oleh pencemaran udara yang terjadi setiap hari selama 24 jam dari aktivitas pabrik. Warga setempat kerap merasakan pusing, mual, hingga sesak napas akibat polusi yang mengeluarkan bau belerang hasil peleburan timah.
"Baunya seperti belerang, bikin pusing, banyak yang kena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), banyak anak-anak juga jadi sakit," ucap Ahmad (40), salah satu warga Desa Kadu, Minggu (7/6).
Dampak Lingkungan yang Meluas
Selain mengganggu kesehatan, pencemaran udara ini juga menimbulkan bau dan mencemari air. Warga mengeluhkan air yang berbau logam, diduga akibat pembuangan limbah peleburan timah.
"Air warga juga pada jadi bau besi akibat pabrik ini," tambah Ahmad.
Polusi Berlangsung Selama 23 Tahun
Menurut Ahmad, pencemaran telah berlangsung sejak 2003, saat ia menjadi warga Desa Kadu. Perusahaan tersebut beraktivitas mendaur ulang baterai bekas dan aki untuk diproses menjadi bahan baku yang disuplai ke berbagai pabrik aki dan kabel di Indonesia.
Selama itu, warga dari tiga rukun warga (RW) 01, 02, dan 03 telah merasakan keresahan akibat polusi yang tercium dari jarak 1,6 hingga 5 kilometer.
"Radiusnya paling jauh 5 kilometer dari pemukiman, dan 5 km aja masih kena kalau angin sedang kencang," ujarnya.
Harapan Penindakan Pemerintah
Warga berharap pemerintah daerah, khususnya Pemkab Tangerang, dapat melakukan penindakan dan pemeriksaan sebagai langkah tegas mengatasi dampak lingkungan yang besar ini.
"Dilaporkan sudah, tapi tidak tau ceritanya sampai sekarang belum ada tindakan. Kami cuman berharap bisa diproses oleh pemerintah," kata Ahmad.



