Walkot Jakbar Bantah Julukan 'Gotham City', Tegaskan Keamanan Terkendali
Walkot Jakbar Bantah 'Gotham City', Keamanan Terkendali

Wali Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta, Iin Mutmainnah, secara tegas membantah julukan 'Gotham City' yang belakangan ini ramai disematkan oleh warganet di media sosial kepada wilayah yang dipimpinnya. Julukan tersebut muncul akibat maraknya pemberitaan mengenai tingginya angka kriminalitas pada malam hari.

Keamanan Jakarta Barat Terkendali

Iin menegaskan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Jakarta Barat pada dasarnya relatif aman dan berada dalam kondisi yang terkendali. Ia mengaku telah berdiskusi dengan Kapolres Jakarta Barat terkait isu tersebut. 'Ketika kemarin ada isu atau berita terkait dengan 'Gotham City', saya diskusi dengan Pak Kapolres. Beliau menyampaikan data yang ada di Jakarta Barat sesungguhnya tidak lebih tinggi dari wilayah lain. Secara rata-rata, kita dalam kondisi yang TKA (Terkendali Aman),' ujar Iin usai memimpin Apel Kesiapsiagaan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Jakarta Barat di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Senin (1/6).

Aktivitas Malam Hari Masih Tinggi

Salah satu indikator yang menunjukkan kondisi Jakarta Barat tetap kondusif adalah masih tingginya aktivitas masyarakat di ruang publik pada malam hari, termasuk pemanfaatan fasilitas olahraga, baik milik pemerintah maupun swasta. Menurut Iin, hal ini membuktikan bahwa warga merasa nyaman beraktivitas hingga larut malam. Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah preventif demi menjaga keselamatan diri, seperti mengurangi aktivitas malam yang tidak mendesak serta memastikan ada pendamping bagi perempuan yang harus keluar malam.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Julukan 'Gotham City' Hanya Fiksi

Terkait julukan 'Gotham City', yang merupakan kota fiksi penuh kriminalitas dalam komik dan film Batman, Iin menegaskan bahwa hal itu murni fiksi. Menurutnya, di dunia nyata, penanganan dinamika keamanan memerlukan peran aktif dari seluruh elemen masyarakat. Sebagai langkah mitigasi, pihaknya mengoptimalkan peran FKDM di tingkat kecamatan untuk melakukan pemetaan dan penjagaan di titik-titik rawan kriminalitas. FKDM diproyeksikan sebagai sistem peringatan dini atau early warning system yang bersentuhan langsung dengan akar rumput dan bersinergi dengan unsur Tiga Pilar (TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah). 'FKDM akan bekerja sama dan juga akan berkoordinasi secara efektif dengan unsur Tiga Pilar. Ini menunjukkan bahwa Jakarta Barat siap untuk menjaga Jakarta aman,' tegas Iin.

Penambahan CCTV dan Patroli Keamanan

Selain mengintensifkan patroli keamanan, Pemerintah Kota Jakarta Barat juga tengah memproses penambahan pengadaan kamera pengawas (CCTV), khususnya di kawasan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) guna memantau titik-titik rawan kejahatan. Iin mengimbau agar seluruh entitas, baik instansi pemerintah maupun swasta, ikut serta menjaga keamanan lingkungan secara mandiri dengan memasang kamera pengawas di area internal masing-masing. 'Untuk secara kolektif di fasos-fasum, tentu menjadi kewajiban dari dinas terkait. Harapannya, semua tempat, baik gedung swasta maupun kantor pemerintah, memiliki keamanan yang terpadu,' ungkap Iin.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga