Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan penarikan lebih dari 5.000 personel militer AS yang ditempatkan di Jerman. Keputusan ini diambil di tengah memburuknya hubungan transatlantik, khususnya terkait perbedaan pandangan mengenai konflik di Timur Tengah.
Respons Jerman terhadap Penarikan Pasukan AS
Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, menyatakan bahwa langkah Washington tersebut sudah dapat diprediksi. Menurutnya, kehadiran tentara AS di Eropa, khususnya di Jerman, merupakan kepentingan bersama bagi kedua belah pihak.
"Kehadiran tentara Amerika di Eropa, dan khususnya di Jerman, adalah demi kepentingan kita dan kepentingan AS," ujar Pistorius seperti dilaporkan kantor berita DPA.
Sikap NATO Menunggu Klarifikasi
Aliansi militer NATO masih menunggu penjelasan lebih rinci dari pemerintah AS. Juru bicara NATO, Allison Hart, mengatakan bahwa pihaknya sedang berkoordinasi dengan Washington untuk memahami detail keputusan tersebut.
"Kami bekerja sama dengan AS untuk memahami detail keputusan mereka," kata Hart.
Pernyataan Trump soal Penarikan Pasukan
Trump sebelumnya telah menegaskan niatnya untuk mengurangi jumlah pasukan AS di Jerman. Pada Jumat lalu, Pentagon mengumumkan rencana pengurangan 5.000 personel. Namun, sehari kemudian Trump menyatakan jumlahnya akan lebih besar dari itu.
"Kita akan mengurangi jauh lebih banyak, dan kita akan mengurangi lebih dari 5.000," kata Trump tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Penarikan pasukan ini menandai eskalasi ketegangan antara AS dan Jerman, dua negara sekutu utama dalam NATO. Langkah ini juga berpotensi mengubah peta keamanan Eropa.



