TNI Angkatan Darat akhirnya buka suara terkait insiden viral yang melibatkan Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, dan ajudannya saat mengikuti ajang Mandiri Jogja Marathon 2026 pada Minggu, 21 Juni 2026. Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono, mengungkapkan bahwa perwira tinggi tersebut telah membeli empat tiket resmi untuk dirinya, ajudan, istri, dan anaknya.
Ajudan Ditarik Panitia karena BIB Terlepas
Insiden bermula ketika ajudan Brigjen Yuniar ditarik keluar dari arena lomba oleh petugas pengawas lintasan. Penyebabnya, ajudan tersebut tidak menggunakan BIB (nomor identitas peserta) yang seharusnya dipasang di dada atau punggung selama perlombaan. Keputusan panitia itu kemudian diprotes oleh Yuniar, yang videonya viral di media sosial.
Menurut Donny, kejadian tersebut murni kesalahpahaman di lapangan. "Dapat kami jelaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan kesalahpahaman yang terjadi di lapangan antara petugas pengawas lintasan dengan ajudan Danrem 072/Pamungkas saat kegiatan berlangsung," ujar Donny dalam keterangan resminya, Senin (22/6).
Empat Tiket Dibeli, BIB Ajudan Terjatuh
Donny menjelaskan bahwa Yuniar, istri, satu orang anak, dan ajudan terdaftar sebagai peserta dan memegang tiket resmi dari penyelenggara. Mereka berempat mendapatkan BIB yang wajib ditempelkan di badan. Namun, di tengah perlombaan, BIB milik ajudan diduga terjatuh di lintasan yang padat.
"Dalam pelaksanaannya diduga nomor peserta tersebut terlepas saat berada di lintasan yang cukup padat sehingga menimbulkan kesalahpahaman saat pemeriksaan oleh petugas," ujar Donny. Akibatnya, panitia memberhentikan ajudan yang saat itu sedang berlari sambil mendokumentasikan Yuniar.
Klarifikasi dan Penyelesaian
Setelah insiden tersebut, penyelenggara, event organizer, dan Danrem 072/Pamungkas melakukan komunikasi dan klarifikasi secara langsung. "Seluruh pihak memahami bahwa kejadian tersebut murni merupakan persoalan teknis di lapangan dan telah diselesaikan dengan baik," kata Donny.
TNI AD pun mengapresiasi kerja panitia yang dinilai profesional dalam menjaga ketertiban dan menerapkan peraturan perlombaan. Donny berharap masyarakat dapat menyikapi kejadian ini secara bijak dan tidak terpancing informasi yang belum terkonfirmasi. "Kami berharap masyarakat dapat melihat peristiwa ini secara proporsional dan tidak mengaitkannya dengan hal-hal lain yang tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya," tutupnya.



