Belfast, Irlandia Utara, Inggris Raya, diguncang kerusuhan setelah seorang pria asal Sudan melakukan penikaman brutal. Aksi penyerangan yang terekam video itu memicu unjuk rasa anti-imigran yang berujung pada pembakaran bangunan dan kendaraan.
Kronologi Penikaman
Video yang beredar, seperti dilansir AFP dan Al Jazeera pada Rabu (10/6/2026), menunjukkan pelaku menikam seorang pria di bagian kepala dan leher. Rekaman itu memperlihatkan pelaku menindih korban yang tergeletak di jalan dan menusuknya dengan pisau. Beberapa orang berusaha mengamankan pelaku sebelum polisi tiba. Motif penyerangan belum diketahui.
Kerusuhan Meluas
Ratusan demonstran, banyak yang memakai penutup wajah, berkumpul di beberapa lokasi di Belfast pada Selasa (9/6) malam. Aksi protes berubah rusuh dengan pembakaran sebuah bus dan beberapa mobil, serta pemblokiran jalan. Sebuah bangunan terbakar setelah dilempari bom molotov, dan penghuninya dievakuasi.
Reaksi Pemerintah
Menteri Pertama Irlandia Utara, Michelle O'Neill, mengecam kekerasan tersebut. Dalam pernyataan di media sosial X, ia menyebut para pelaku sebagai "pria bermasker yang membakar rumah keluarga-keluarga" dan menyerukan ketenangan.
Tersangka dan Korban
Tersangka, pria berusia 30 tahun, dijerat dakwaan percobaan pembunuhan, kepemilikan senjata tajam, dan ancaman pembunuhan. Ia dijadwalkan hadir di pengadilan pada Rabu (10/6). Identitasnya belum diungkap, namun Kementerian Dalam Negeri mengonfirmasi bahwa ia adalah pengungsi asal Sudan dengan izin tinggal hingga 2028. Kepala Kepolisian Irlandia Utara, Jon Boutcher, mengatakan tersangka tiba di Inggris tahun 2023 melalui Paris dan Dublin, dan tidak dikenal sebelumnya oleh polisi.
Korban, pria berusia 40-an tahun, mengalami luka parah pada mata serta luka sayatan di wajah dan punggung. Sebuah pisau dapur ditemukan di lokasi kejadian.



