Rusia dan Ukraina saling melancarkan serangan yang menewaskan total tujuh orang, menurut laporan AFP pada Minggu (21/6/2026). Serangan Rusia menewaskan tiga orang di wilayah Dnipropetrovsk dan Poltava di Ukraina timur, sementara serangan Ukraina menewaskan empat orang di Krimea yang diduduki Rusia.
Serangan Rusia di Ukraina Timur
Kepala administrasi militer regional Dnipropetrovsk, Oleksandr Ganzha, menyatakan melalui Telegram bahwa satu orang tewas dan sembilan lainnya terluka dalam serangan Rusia di tiga distrik. Korban tewas adalah seorang wanita berusia 70 tahun di distrik Nikopol. Sementara itu, kepala administrasi militer regional Poltava, Vitali Dyakivnych, melaporkan bahwa serangan Rusia pada Sabtu malam menewaskan dua orang dan melukai 13 orang, termasuk enam anak-anak.
Serangan Ukraina di Krimea
Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah menembak jatuh 239 drone Ukraina dalam semalam. Serangan Ukraina di Krimea menewaskan empat orang dan menghentikan penjualan bahan bakar di semenanjung tersebut. Gubernur Krimea yang didukung Rusia, Sergey Aksyonov, mengatakan, "Akibat serangan drone musuh di semenanjung Kerch, sayangnya, ada korban jiwa di antara penduduk sipil. Menurut informasi terbaru, empat orang tewas, 28 orang terluka." Serangan juga menewaskan satu orang di atas kapal feri dan menghantam terminal minyak di wilayah Krasnodar, Rusia selatan, yang berbatasan dengan Krimea. Sebagian wilayah Krimea mengalami pemadaman listrik setelah serangan tersebut.
Pernyataan Zelensky
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan di media sosial, "Semalam, sanksi jarak jauh kami menargetkan logistik militer, industri minyak, dan pertahanan udara para penjajah." Ukraina menyebut serangan balasannya sebagai 'sanksi jarak jauh' dan membantah menargetkan warga sipil. Zelensky menambahkan, "Semua ini adalah tanggapan yang adil terhadap serangan brutal Rusia terhadap rakyat kami." Dia juga menyebut pasukan Ukraina menyerang Jembatan Krimea yang menghubungkan semenanjung itu ke Rusia.
Eskalasi Konflik
Moskow dan Kyiv telah meningkatkan serangan satu sama lain dalam beberapa pekan terakhir, sementara pembicaraan yang dipimpin AS tentang upaya mengakhiri konflik yang dimulai pada Februari 2022 tetap terhenti. Ukraina, setelah meningkatkan kemampuan drone jarak jauhnya, kini dapat menyerang di sepanjang koridor darat melalui Ukraina tenggara yang diduduki Rusia, yang digunakan Rusia untuk memasok Krimea dan pasukannya.



