KOMPAS.com - Rusia kembali melancarkan serangan udara besar-besaran ke sejumlah kota di Ukraina pada Selasa (2/6/2026) dini hari. Serangan ini menewaskan sedikitnya 10 orang, terdiri dari enam orang di Dnipro dan empat orang di Kyiv. Puluhan orang lainnya dilaporkan terluka, termasuk beberapa anak-anak, setelah rudal dan drone menghantam permukiman, blok apartemen, hingga fasilitas umum.
Korban dan Kerusakan
Di Dnipro, enam orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Sementara itu, di Kyiv, empat orang tewas akibat serangan tersebut. Otoritas setempat menyebutkan bahwa serangan ini merupakan salah satu gempuran terbesar Rusia terhadap Ukraina dalam beberapa bulan terakhir. Bangunan-bangunan rusak parah, dan tim penyelamat masih melakukan evakuasi di lokasi kejadian.
Anak-anak Menjadi Korban
Sejumlah anak-anak termasuk dalam daftar korban luka. Hal ini menambah kekhawatiran akan dampak kemanusiaan dari konflik yang berkepanjangan. Pemerintah Ukraina mengutuk serangan tersebut dan menyerukan bantuan internasional untuk melindungi warga sipil.
Reaksi Internasional
Beberapa negara sekutu Ukraina segera mengecam serangan ini. Mereka menegaskan kembali dukungan mereka terhadap Ukraina dan mendesak Rusia untuk menghentikan agresi. Serangan ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang belum membuahkan hasil untuk mengakhiri perang.
Serangan udara besar-besaran ini menunjukkan eskalasi konflik yang terus berlanjut, dengan dampak yang semakin meluas terhadap penduduk sipil. Komunitas internasional diharapkan dapat mengambil langkah lebih lanjut untuk menghentikan kekerasan dan melindungi warga yang tidak bersalah.



