Raffi Ahmad Konsultasi ke Istana dan DPR soal Kasus Suap Blueray Cargo
Raffi Ahmad Konsultasi ke Istana dan DPR soal Kasus Suap

JAKARTA, KOMPAS.com - Presenter sekaligus Utusan Khusus Presiden, Raffi Ahmad, mengambil langkah serius dalam merespons munculnya namanya dalam persidangan kasus suap importasi PT Blueray Cargo. Pria berusia 39 tahun itu mengaku telah menghubungi pihak Istana dan pimpinan DPR sebelum memutuskan untuk menggelar konferensi pers pada Kamis (11/6/2026).

Langkah yang Diambil Raffi Ahmad

Dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Raffi mengungkapkan bahwa ia telah berkomunikasi dengan berbagai pihak untuk mendapatkan arahan. "Yang pertama saya sudah berkomunikasi pasti sama pihak istana, ya sama Pak Teddy, Pak Seskab, saya juga berbicara juga kepada pimpinan DPR Pak Dasco, 'Bang apa yang harus saya lakukan?'," ungkap Raffi.

Tanggung Jawab sebagai Pejabat Negara

Raffi menegaskan bahwa langkah tersebut diambil bukan semata untuk kepentingan pribadinya, melainkan karena tanggung jawabnya sebagai pejabat negara. Ia merasa perlu untuk bersikap transparan dan akuntabel dalam menghadapi tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Sebelumnya, nama Raffi Ahmad disebut dalam persidangan kasus suap yang melibatkan PT Blueray Cargo. Kasus ini berkaitan dengan dugaan suap dalam proses importasi barang. Raffi membantah segala tuduhan dan menyatakan siap untuk kooperatif dengan proses hukum yang berjalan.

Konferensi pers ini dihadiri oleh sejumlah awak media dan pendukung Raffi. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan bahwa ia akan terus mengikuti perkembangan kasus ini dan siap memberikan keterangan yang diperlukan kepada pihak berwenang.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga