Konsumsi ikan masyarakat Indonesia pada tahun 2025 mencapai rata-rata 26,08 kilogram per kapita per tahun. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Beberapa provinsi bahkan mencatatkan konsumsi yang jauh lebih tinggi, seperti Sulawesi Utara, Papua Selatan, dan Papua Barat Daya yang berkisar antara 44 hingga 48 kilogram per kapita per tahun.
Data Konsumsi Ikan Nasional
Data tersebut dikutip dari situs resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia pada Kamis, 11 Juni 2026. Tingginya konsumsi ikan ini menandakan bahwa ikan masih menjadi sumber protein penting bagi masyarakat Indonesia. Namun, di balik angka yang menggembirakan ini, terdapat tantangan besar terkait kesadaran akan keberlanjutan produk perikanan.
Kesadaran Berkelanjutan Masih Rendah
Sayangnya, di tengah tingginya konsumsi ikan nasional, kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pentingnya produk perikanan yang berkelanjutan masih relatif rendah. Banyak konsumen yang belum mempertimbangkan aspek lingkungan dan sosial saat membeli ikan. Padahal, praktik perikanan berkelanjutan sangat penting untuk menjaga ekosistem laut dan memastikan ketersediaan ikan bagi generasi mendatang.
Kementerian Kelautan dan Perikanan terus berupaya meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memilih produk perikanan yang ramah lingkungan. Program sertifikasi seperti MSC (Marine Stewardship Council) diperkenalkan untuk membantu konsumen mengidentifikasi produk yang berasal dari perikanan berkelanjutan. Meski demikian, masih banyak tantangan yang harus dihadapi, termasuk kurangnya informasi dan harga produk bersertifikat yang cenderung lebih tinggi.
Dengan meningkatnya konsumsi ikan, diharapkan kesadaran masyarakat juga ikut meningkat. Pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat perlu bekerja sama untuk mewujudkan perikanan yang berkelanjutan di Indonesia.



