Pesawat Bomber B-52 AS Jatuh Tak Bersisa, Penyelidikan 6 Bulan
Jakarta - Insiden jatuhnya pesawat pengebom (bomber) Angkatan Udara Amerika Serikat di pangkalan California sedang dalam penyelidikan. Para pejabat AS menyatakan bahwa penyelidikan diperkirakan akan memakan waktu hingga enam bulan.
Pesawat Boeing B-52 Stratofortress yang membawa delapan orang itu jatuh pada Senin (15/6) di Pangkalan Angkatan Udara Edwards di Gurun Mojave, sekitar 100 mil (161 km) timur laut Los Angeles. Kecelakaan itu diwarnai ledakan dahsyat yang menghasilkan kepulan asap tebal.
Menurut data pelacakan penerbangan dari AirNav Systems, pesawat bomber tersebut berbelok tajam ke kanan setelah lepas landas, kemudian berputar hampir 180 derajat sebelum jatuh menukik sekitar 5.056 kaki (1.541 m) per menit ke landasan pacu lain. Kecepatan itu hampir 10 kali lebih cepat daripada kecepatan pesawat biasanya turun saat bersiap mendarat.
Tidak ada yang selamat dalam insiden fatal tersebut. Para korban yang mencakup karyawan Boeing, pekerja pemerintah, personel militer, dan kontraktor sipil belum diidentifikasi secara publik. Cara B-52 jatuh begitu cepat setelah lepas landas tanpa mencapai ketinggian atau jarak yang jauh membuat pakar keselamatan penerbangan Jeff Guzzetti menduga adanya kerusakan kontrol penerbangan.
“Ada kemungkinan kontrolnya diatur dengan salah setelah perawatan, atau masalah mesin yang parah, atau kegagalan peralatan yang sedang diuji,” kata Guzzetti. “Saya pikir itu pasti masalah kontrol. Sekarang, apakah itu terkait dengan kegagalan mesin, kegagalan kontrol penerbangan, atau kegagalan perangkat pengujian baru, saya tidak yakin.” Guzzetti sebelumnya menyelidiki kecelakaan untuk Badan Penerbangan Federal dan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional.
Dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi sejumlah kecelakaan latihan angkatan udara yang fatal di AS. Ini termasuk seorang pilot instruktur yang tewas pada tahun 2024 ketika kursi pelontar aktif saat pesawat masih berada di darat di Texas. Dua pilot angkatan udara juga tewas ketika sebuah jet latih jatuh di dekat bandara Alabama pada tahun 2021.



