Sebuah peristiwa penembakan massal mengguncang wilayah negara bagian Iowa, Amerika Serikat (AS), pada Senin (1/6) waktu setempat. Kejadian ini menewaskan sedikitnya enam orang di area permukiman, dengan pelaku yang diduga sebagai tersangka mengakhiri hidupnya dengan menembak dirinya sendiri.
Kronologi Penembakan
Departemen Kepolisian Muscatine dalam pernyataan resminya, seperti dilansir Anadolu Agency pada Selasa (2/6/2026), melaporkan bahwa serangkaian tindak pembunuhan terjadi di sedikitnya dua rumah dan sebuah tempat bisnis di kawasan Muscatine. Empat dari enam korban tewas ditemukan di dalam satu rumah yang sama. Motif di balik penembakan mematikan ini belum diketahui secara jelas, namun temuan awal menunjukkan bahwa penembakan tersebut berawal dari perselisihan rumah tangga. Semua korban diyakini sebagai anggota keluarga dari tersangka penembakan yang telah tewas.
Respons Otoritas
Otoritas setempat menerima laporan penembakan pada Senin siang sekitar pukul 12.12 waktu setempat. Petugas dari Departemen Kepolisian Muscatine yang merespons menemukan empat korban sudah tewas saat tiba di lokasi. Kepolisian mengidentifikasi tersangka sebagai Ryan Willis McFarland, berusia 52 tahun, asal Muscatine. Penyidik mengatakan tersangka telah meninggalkan rumah sebelum polisi tiba. Personel kepolisian melacak tersangka hingga ke Riverfront Trail, dekat sebuah jembatan penyeberangan pejalan kaki, di mana tersangka tiba-tiba menembak dirinya sendiri saat dihadang polisi.
Korban Tambahan
Informasi tambahan kemudian diperoleh otoritas setempat mengenai kemungkinan adanya lebih banyak korban. Otoritas menemukan dua pria lain yang diduga tewas akibat luka tembak. Satu korban tewas ditemukan di sebuah rumah terpisah dari empat korban lainnya, sementara satu korban tewas lainnya ditemukan di dalam sebuah tempat bisnis di dekat lokasi.
Penyelidikan Berlanjut
Penyelidikan masih berlangsung terhadap penembakan mematikan tersebut. Otoritas berwenang menyelidiki sejumlah tempat kejadian perkara (TKP) dan memintai keterangan dari sejumlah saksi. Hingga saat ini, motif pasti masih dalam pendalaman, namun dugaan sementara mengarah pada konflik rumah tangga.



