Komando militer utama Iran mengeluarkan peringatan keras kepada Israel terkait serangan di Lebanon. Dalam pernyataan yang dikutip Al Arabiya, Selasa (2/6/2026), Iran menyatakan bahwa jika Israel menyerang ibu kota Lebanon, Beirut, maka penduduk Israel utara harus meninggalkan daerah tersebut untuk menghindari cedera.
Peringatan dari Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran
Mohsen Rezaei, penasihat pemimpin tertinggi Iran, menegaskan bahwa eskalasi lebih lanjut di Lebanon tidak akan ditoleransi. Melalui unggahan di media sosial X, ia menyatakan bahwa kesabaran angkatan bersenjata Republik Islam Iran memiliki batas.
Serangan Israel ke Beirut Selatan
Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan serangan terhadap pinggiran selatan Beirut yang dikuasai oleh Hizbullah pada Senin (1/6) waktu setempat. Serangan ini memicu gelombang pengungsian baru, dengan lebih dari satu juta orang telah mengungsi di Lebanon akibat konflik berkepanjangan.
Tanggung Jawab Amerika Serikat
Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa Amerika Serikat bertanggung jawab atas pelanggaran gencatan senjata dengan Iran serta pelanggaran yang dilakukan Israel di Lebanon. Mereka menekankan bahwa pelanggaran gencatan senjata di satu front sama dengan pelanggaran di semua front.
Gencatan Senjata yang Rapuh
Ketegangan terbaru ini mengancam gencatan senjata yang rapuh antara Iran dan Amerika Serikat yang mulai berlaku pada 8 April setelah 39 hari perang. Sejak itu, kedua pihak telah melakukan kontak untuk mengubah gencatan senjata menjadi kesepakatan yang lebih luas, namun belum ada kesepakatan akhir.
Iran berulang kali menegaskan bahwa gencatan senjata harus berlaku di semua front, khususnya Lebanon, tempat Hizbullah yang didukung Iran berperang melawan Israel. Pejabat Iran memperingatkan bahwa serangan Israel yang berkelanjutan di Lebanon dapat membahayakan gencatan senjata dan upaya diplomatik yang lebih luas.
Ancaman Gagalnya Gencatan Senjata
Pada hari Senin, televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa kemungkinan gagalnya gencatan senjata antara Teheran dan Washington sangat besar jika serangan Israel terhadap Lebanon terus berlanjut. Situasi ini semakin memanas dan menuntut perhatian internasional untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.



