Militer Pakistan kembali melancarkan serangan udara mematikan di Afghanistan. Pejabat pemerintah Afghanistan mengonfirmasi bahwa serangan tersebut menewaskan sedikitnya 13 orang, menjadikannya yang paling mematikan dalam beberapa minggu terakhir setelah periode relatif tenang.
Korban Jiwa dan Kerusakan
Juru bicara utama pemerintahan Taliban di Afghanistan, Zabihullah Mujahid, menyatakan melalui media sosial X bahwa militer Pakistan melanggar wilayah udara Afghanistan dan membombardir rumah-rumah warga sipil di provinsi Kunar, Khost, dan Paktika. Akibat serangan ini, 11 anak-anak, satu wanita, dan satu pria lanjut usia tewas.
Sementara itu, Menteri Informasi Pakistan Attaullah Tarar mengklaim bahwa serangan udara tersebut menewaskan 26 militan yang terkait dengan kelompok Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) di daerah perbatasan. Ia menegaskan bahwa serangan dilakukan secara tepat dan terukur terhadap tempat persembunyian militan, namun tidak memberikan komentar mengenai korban sipil yang dilaporkan otoritas Afghanistan.
Latar Belakang Konflik
Islamabad sebelumnya telah berulang kali menyatakan bahwa serangan terhadap Afghanistan ditujukan kepada militan yang melakukan serangan di wilayah Pakistan, dan mereka tidak sengaja menargetkan warga sipil. Serangan ini terjadi setelah periode relatif tenang di perbatasan, menyusul konflik yang memanas pada akhir Februari lalu. Eskalasi tersebut menyebabkan pertempuran sengit di sepanjang perbatasan dan serangan udara Pakistan yang belum pernah terjadi sebelumnya di kota-kota Afghanistan, termasuk Kabul dan Kandahar.
Menurut laporan PBB yang diterbitkan bulan lalu, setidaknya 372 warga sipil Afghanistan tewas dan 397 lainnya terluka dalam konflik tersebut selama tiga bulan pertama tahun ini.
Ketegangan Hubungan Pakistan-Afghanistan
Hubungan antara Pakistan dan Afghanistan telah tegang sejak Taliban kembali berkuasa pada tahun 2021. Masalah keamanan menjadi titik permasalahan utama, terutama tuntutan Pakistan agar Afghanistan menindak kelompok militan TTP. Islamabad menuduh pemerintah Taliban melindungi para militan yang telah melancarkan kampanye kekerasan terhadap Pakistan selama bertahun-tahun. Sebaliknya, pejabat Afghanistan membantah tuduhan tersebut dan menuding Pakistan melindungi kelompok-kelompok yang bermusuhan serta tidak menghormati kedaulatannya.



