Menteri Sekretaris Negara Republik Indonesia, Prasetyo Hadi, secara resmi menyampaikan ungkapan belasungkawa yang mendalam atas musibah gempa bumi yang mengguncang wilayah Palu dan sekitarnya di Sulawesi Tengah. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah suasana duka yang menyelimuti para korban dan keluarga yang terdampak.
Pernyataan Resmi Mensesneg
Dalam keterangannya di Hambalang, Bogor, pada Rabu (17/6), Prasetyo Hadi menyatakan, "Kami mohon izin untuk menyampaikan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya atas terjadinya gempa bumi di Palu kemarin. Peristiwa ini telah mengakibatkan satu orang warga meninggal dunia dan sejumlah lainnya masih menjalani perawatan intensif." Pernyataan ini menegaskan kepedulian pemerintah pusat terhadap musibah yang menimpa masyarakat Sulawesi Tengah.
Koordinasi Penanganan Bencana
Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa ia telah berkoordinasi secara langsung dengan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, untuk memastikan langkah-langkah penanganan bencana berjalan optimal. "Kami berkomunikasi dengan Pak Gubernur agar seluruh upaya penanganan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat yang terdampak," ujarnya.
Imbauan Kewaspadaan
Mensesneg juga mengimbau seluruh warga di wilayah Palu dan sekitarnya untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang mungkin terjadi. "Saya mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. Hal ini penting untuk memastikan keselamatan bersama," tambahnya.
Dampak Gempa Bumi
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Kabupaten Parigi Moutong pada Selasa (16/6) sekitar pukul 10.27 WITA. Guncangan kuat terasa hingga ke Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, dan Kabupaten Poso. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa gempa ini disebabkan oleh aktivitas Sesar Sausu, yang merupakan mekanisme berbeda dengan gempa dahsyat tahun 2018 yang dipicu oleh Sesar Palu-Koro dan disertai likuifaksi.
Korban Jiwa dan Kerusakan
Satu orang warga dilaporkan meninggal dunia di Kabupaten Sigi, yang menjadi wilayah dengan dampak paling signifikan. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa proses pendataan masih berlangsung dan menunjukkan peningkatan jumlah warga terdampak serta kerusakan bangunan di beberapa wilayah. "Korban meninggal dunia dilaporkan berasal dari Kabupaten Sigi. Kami terus melakukan pendataan dan evakuasi," jelas Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya.
Upaya Pemerintah
Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus berupaya melakukan penanganan darurat, termasuk evakuasi korban, pendirian posko pengungsian, dan distribusi bantuan logistik. Masyarakat diimbau untuk tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BNPB guna menghindari berita palsu yang dapat menimbulkan kepanikan.



