Militer Kuwait melaporkan bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat serangan rudal dan drone di wilayahnya pada Senin, 1 Juni 2026 waktu setempat. Peristiwa ini memicu aktivasi sirene serangan udara di berbagai penjuru Kuwait.
Pernyataan Militer Kuwait
Dalam pernyataan resmi yang dikutip dari AFP, militer Kuwait menyebutkan bahwa sistem pertahanan udaranya telah berhasil menggagalkan "serangan rudal dan drone musuh". Namun, mereka tidak menyebutkan secara spesifik sumber serangan tersebut.
"Staf Umum Angkatan Udara ingin memberitahukan bahwa suara ledakan yang terdengar adalah imbas dari sistem pertahanan udara yang mencegat serangan-serangan musuh ini," demikian bunyi pernyataan militer Kuwait melalui akun media sosial X resmi mereka.
Masyarakat Kuwait diimbau untuk mematuhi instruksi keamanan dan keselamatan yang telah dirilis oleh otoritas terkait.
Sirene Serangan Udara di Seluruh Kuwait
Kantor berita Kuwait, KUNA, melaporkan bahwa sirene peringatan serangan udara berbunyi di seluruh wilayah Kuwait saat sistem pertahanan udara mencegat rudal dan drone yang terdeteksi. Laporan media lokal, seperti dikutip Anadolu Agency, menyebutkan bahwa suara aktivitas pertahanan udara Kuwait terdengar hingga area sekitar Jahra, di sebelah barat ibu kota Kuwait City.
Hingga saat ini, otoritas Kuwait belum merilis detail mengenai dugaan asal atau sumber serangan rudal dan drone tersebut. Belum ada laporan langsung tentang korban jiwa atau kerusakan akibat serangan-serangan itu.
Konteks Ketegangan di Timur Tengah
Serangan udara ini terjadi di tengah memanasnya kawasan Timur Tengah akibat perang yang berkecamuk antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran. Konflik tersebut pecah sejak akhir Februari lalu, diawali dengan serangan skala besar AS-Israel terhadap Iran.
Sebagai respons, Teheran melancarkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS, termasuk Kuwait. Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah atau militer Iran terkait serangan rudal dan drone yang dicegat oleh Kuwait.



