Teheran - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa pasukannya, pada Senin (1/6) pagi, telah melancarkan serangan terhadap sebuah pangkalan udara Amerika Serikat (AS) yang digunakan untuk menyerang wilayah Iran. Dalam pernyataan yang disiarkan televisi IRIB dan media pemerintah Iran lainnya, IRGC mengklaim bahwa semua target yang ditetapkan berhasil dihancurkan dalam serangan pembalasan tersebut.
Lokasi Pangkalan Tidak Disebutkan
IRGC tidak menyebutkan secara spesifik lokasi pangkalan udara AS yang menjadi target serangan. Namun, pernyataan ini dirilis setelah militer Kuwait mengumumkan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat "serangan rudal dan drone musuh". AS diketahui memiliki pangkalan militer di berbagai negara Teluk, termasuk Kuwait.
Serangan Balasan Terhadap Operasi AS
IRGC, dalam pernyataannya yang dikutip kantor berita Mehr News Agency, mengatakan bahwa Angkatan Udara mereka telah menargetkan dan menghancurkan pangkalan yang menjadi tempat pasukan AS melancarkan operasi terhadap fasilitas komunikasi di Pulau Sirik, Provinsi Hormozgan bagian selatan. Pulau Sirik terletak di dekat Selat Hormuz yang strategis, yang terdampak perang yang berkecamuk antara Iran melawan AS dan Israel sejak akhir Februari.
IRGC menyebutkan bahwa serangannya dilancarkan beberapa jam setelah serangan AS tersebut. IRGC juga memperingatkan bahwa serangan lebih lanjut akan memicu respons "yang berbeda dalam skala dan bentuknya", dan bahwa tanggung jawab atas setiap eskalasi akan berada di tangan AS.
Belum Ada Komentar dari AS
Belum ada komentar langsung dari pemerintah atau militer AS terhadap klaim IRGC tersebut. Sebelumnya, Komando Pusat AS atau CENTCOM mengumumkan bahwa pasukannya telah menyerang lokasi radar dan pusat komando drone Iran di area Goruk dan Pulau Qeshm pada Sabtu (30/5) dan Minggu (31/5) waktu setempat. CENTCOM mengklaim serangan yang melibatkan jet tempur AS itu sebagai "serangan pertahanan diri", untuk merespons "tindakan agresif Iran yang mencakup menembak jatuh drone MQ-1 AS yang beroperasi di atas perairan internasional".
Serangan ini merupakan bagian dari eskalasi konflik antara Iran dan AS yang telah berlangsung sejak akhir Februari. IRGC menegaskan bahwa mereka siap untuk merespons setiap agresi dengan kekuatan yang lebih besar.



