Korea Selatan Pertimbangkan Gabung Operasi AS di Selat Hormuz
Korsel Pikir-pikir Ikut Operasi AS di Selat Hormuz

Pemerintah Korea Selatan (Korsel) menyatakan akan mempertimbangkan posisinya terkait bergabung dengan operasi Amerika Serikat di Selat Hormuz. Hal ini disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump mendesak Seoul untuk ikut serta, menyusul serangan yang tampaknya menargetkan salah satu kapal Korsel di jalur air tersebut.

Ledakan di Kapal Kargo Korsel

Ledakan dan kebakaran dilaporkan terjadi pada kapal kargo Korea Selatan, HMM Namu, pada Senin (4/5) di Selat Hormuz. Jalur air utama ini telah diblokade sejak perang Timur Tengah meletus pada 28 Februari lalu. Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengonfirmasi pada Selasa (5/5) bahwa seluruh 24 awak kapal, termasuk enam warga negara Korea Selatan, tidak mengalami luka-luka.

Desakan Trump

Trump mengatakan insiden tersebut seharusnya mendorong Korea Selatan untuk bergabung dengan upaya Amerika dalam memandu kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz. Selat ini merupakan jalur utama untuk ekspor bahan bakar yang sangat diandalkan Seoul. Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menulis, "Iran telah melepaskan beberapa tembakan ke negara-negara yang tidak terkait, termasuk sebuah kapal kargo Korea Selatan. Mungkin sudah saatnya Korea Selatan datang dan bergabung dalam misi ini!"

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Sikap Seoul

Kementerian Pertahanan Korea Selatan pada Selasa (5/5) menyatakan akan "dengan cermat mempertimbangkan posisi kami", namun tidak berkomitmen untuk perubahan apa pun. Seoul akan mempertimbangkan pendiriannya berdasarkan hukum internasional, keselamatan jalur maritim internasional, aliansi dengan Amerika Serikat, dan situasi keamanan di Semenanjung Korea. Kementerian menambahkan bahwa pihaknya telah "secara aktif berpartisipasi dalam pembicaraan internasional tentang kerja sama untuk memastikan jalur aman melalui Selat Hormuz".

Detail Kapal dan Insiden

HMM Namu adalah kapal kargo sepanjang hampir 180 meter yang berlayar di bawah bendera Panama, menurut data MarineTraffic. Pejabat Korsel mengatakan kobaran api di kapal telah sepenuhnya dipadamkan. Trump sebelumnya menyebut Iran telah melepaskan beberapa tembakan namun hanya menyebabkan sedikit kerusakan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga