Jakarta - Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeluarkan peringatan keras kepada semua kapal yang melintas di Selat Hormuz untuk menjauhi kapal perang Amerika Serikat (AS). Dalam sebuah rekaman audio yang diterima CNN, Jumat (8/5/2026), suara seorang anggota IRGC menegaskan bahwa mereka akan memberi pelajaran kepada 'yankee'—julukan bagi orang Amerika—jika kapal-kapal tersebut tidak mematuhi peringatan.
Peringatan Jarak Aman
"Kami menyarankan Anda untuk menjaga jarak setidaknya 10 mil dari kapal perang demi keselamatan Anda, karena terkadang kita perlu memberi pelajaran kepada Yankee dengan rudal dan drone," demikian bunyi peringatan tersebut. Ancaman ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS di kawasan Teluk Persia.
Dampak pada Lalu Lintas Maritim
Seorang sumber dari industri maritim mengungkapkan kepada CNN bahwa pada Kamis, pihak Iran meminta semua kapal yang berada di bagian utara Selat Hormuz untuk bergerak lebih dekat ke Dubai. "Semua kapal mematuhi permintaan tersebut," kata sumber itu. Ia juga melaporkan adanya "tembakan hebat" di jalur air tersebut pada hari yang sama.
Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) mencatat bahwa lalu lintas di Selat Hormuz "tetap berkurang secara signifikan" dengan beberapa insiden keamanan baru dalam 48 jam terakhir. UKMTO menyatakan bahwa operasi di jalur air tersebut "tetap berisiko tinggi" berdasarkan serangan terbaru terhadap kapal-kapal di daerah itu. "Aktivitas penegakan hukum terkait blokade terus berlanjut," tambahnya.
Kekhawatiran Perang Semakin Meningkat
Sumber lain yang beroperasi di industri maritim Iran mengatakan kepada CNN bahwa peluang "resolusi damai yang sukses untuk konflik ini" masih sangat kecil. "Kami memiliki beberapa kekhawatiran bahwa perang mungkin akan segera dimulai," ujar sumber tersebut.
Sejak AS dan Israel memulai serangan udara terhadap Iran pada akhir Februari, Iran telah mengancam akan menyerang kapal apa pun yang melewati Selat Hormuz tanpa izin dari angkatan laut IRGC. Ancaman ini semakin memperburuk situasi keamanan di salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.
Sebelumnya, CIA mengungkapkan bahwa Iran masih memiliki banyak rudal untuk melawan AS selama berbulan-bulan. Sementara itu, Arab Saudi dan Kuwait telah mencabut pembatasan akses militer AS ke pangkalan mereka, menandakan dukungan terhadap sekutu mereka di kawasan.



