Iran Tolak Deal dengan AS, Serang Balik Pangkalan Udara
Iran Tolak Deal dengan AS, Serang Balik Pangkalan Udara

Iran Tegaskan Tidak Akan Ada Kesepakatan dengan AS

Perunding utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, yang juga menjabat sebagai Ketua Parlemen Iran, menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak dapat dipercaya. Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran, Ghalibaf menegaskan bahwa Teheran tidak akan menyetujui kesepakatan apa pun dengan Washington sampai hak-hak rakyat Iran sepenuhnya dijamin. "Kami tidak akan menyetujui perjanjian apa pun sampai kami yakin bahwa hak-hak rakyat Iran telah ditegakkan," tegasnya. Ia menambahkan bahwa para negosiator Iran tidak mempercayai kata-kata musuh maupun janji-janjinya.

AS Serang Radar dan Pusat Komando Drone Iran

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan bahwa pasukannya telah melancarkan serangan terhadap lokasi radar dan pusat komando drone Iran di area Goruk dan Pulau Qeshm. Washington mengklaim bahwa serangan tersebut merupakan tindakan pertahanan diri. Pernyataan CENTCOM yang diunggah di media sosial X pada Minggu malam menyebutkan bahwa serangan dilakukan pada akhir pekan lalu. Serangan ini memicu reaksi keras dari Iran.

Iran Balas dengan Menargetkan Pangkalan Udara AS

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa pasukannya pada Senin pagi telah menargetkan sebuah pangkalan udara AS yang digunakan untuk menyerang wilayah Iran. IRGC mengklaim bahwa semua target yang ditetapkan berhasil dihancurkan dalam serangan pembalasan tersebut. Lokasi pangkalan udara yang menjadi sasaran tidak disebutkan secara spesifik. Namun, pernyataan IRGC muncul setelah militer Kuwait mengumumkan berhasil mencegat serangan rudal dan drone musuh. AS diketahui memiliki pangkalan militer di berbagai negara Teluk, termasuk Kuwait.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Netanyahu Perintahkan Penyerbuan Lebih Dalam ke Lebanon

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan pasukan militer untuk bergerak lebih jauh ke dalam wilayah Lebanon dalam pertempuran darat melawan kelompok Hizbullah yang didukung Iran. Pertempuran kembali pecah meskipun gencatan senjata telah diumumkan lebih dari enam pekan sebelumnya. Lebanon terseret ke dalam perang Timur Tengah setelah Hizbullah melancarkan serangan roket dan drone terhadap Israel untuk mendukung Iran. Lebih dari 1,2 juta warga Lebanon terpaksa mengungsi akibat serangan Israel dan perintah evakuasi sejak 2 Maret lalu.

Jenderal Iran: Trump Hadapi Pilihan Buruk atau Lebih Buruk

Brigadir Jenderal Yadollah Javani, Wakil Bidang Urusan Politik IRGC, memperingatkan bahwa Presiden AS Donald Trump tidak memiliki pilihan yang baik terkait Iran. Javani menyatakan bahwa Trump harus memilih antara opsi buruk atau lebih buruk. "Trump, yang kekalahannya dalam perang telah menjadi jelas bagi siapa pun, sekarang menghadapi dua jalan ke depan: jalan yang buruk atau jalan yang lebih buruk," ujarnya dalam pernyataan pada Sabtu malam waktu setempat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga