Militer Amerika Serikat melancarkan gelombang serangan terbaru terhadap sejumlah target di Iran pada Kamis dini hari, 11 Juni 2026. AS mengklaim serangan itu sebagai tindakan pertahanan diri terhadap agresi Iran yang tidak beralasan. Sementara itu, Iran mengklaim telah menyerang sedikitnya 18 target militer utama AS di Timur Tengah sebagai pembalasan.
AS Gempur Situs Pertahanan Udara Iran
Komando Pusat AS atau CENTCOM mengumumkan bahwa pasukannya telah menyelesaikan serangan terhadap kemampuan pengintaian militer Iran, sistem komunikasi, dan situs pertahanan udara di seluruh Iran. Aset Korps Marinir, Angkatan Udara, dan Angkatan Laut AS menembakkan amunisi presisi ke target-target yang dianggap mengancam pasukan AS dan kapal komersial di perairan regional.
Iran Bantah Klaim Trump
Iran membantah keras klaim Presiden Donald Trump bahwa pejabat Teheran menghubunginya untuk meminta serangan dihentikan. Korps Garda Revolusi Islam Iran menyebut klaim itu palsu dan merupakan dalih untuk menghindari perang.
Iran Klaim Serang 18 Target Militer AS
Iran mengklaim telah menyerang sedikitnya 18 target militer utama AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania. IRGC dan Angkatan Bersenjata Iran mengumumkan operasi pembalasan terkoordinasi sebagai respons terhadap agresi AS di Iran bagian selatan.
Trump Ancam Serangan Lebih Keras
Presiden Trump menuduh negosiator Iran mempermainkan AS dan mengancam akan melancarkan serangan baru yang lebih keras. Pernyataan ini disampaikan setelah AS dan Iran saling serang menyusul jatuhnya helikopter militer AS di Selat Hormuz.
Trump Klaim Bantuan Diam-diam untuk Minyak
Trump mengklaim bahwa militer AS secara diam-diam telah membantu 100 juta barel minyak melewati Selat Hormuz yang diblokade Iran. Lebih dari 200 kapal komersial berhasil melintasi jalur strategis itu dengan aman dalam misi rahasia yang diperintahkan Trump.



