KOMPAS.com - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 8,2 mengguncang wilayah Mindanao, Filipina, pada Senin (8/6/2026) sekitar pukul 08.37 waktu setempat. Guncangan dahsyat tersebut memicu respons cepat dari Badan Meteorologi Jepang (JMA) yang langsung mengeluarkan status peringatan tsunami untuk wilayah pesisir yang membentang dari Prefektur Ibaraki hingga Prefektur Okinawa.
Potensi Gelombang Tsunami
Berdasarkan data JMA yang dikutip dari Japan Times, gelombang tsunami dengan ketinggian hingga 1 meter berpotensi menghantam wilayah pesisir Jepang. Gelombang pertama diperkirakan mencapai wilayah Miyakojima pada pukul 11.00 waktu setempat, sebelum kemudian merambat ke area yang lebih utara dalam beberapa jam berikutnya.
Dampak dan Imbauan
Pemerintah setempat mengimbau masyarakat di daerah pesisir untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Peringatan ini berlaku untuk sejumlah prefektur di sepanjang pantai timur dan selatan Jepang. Warga diminta untuk tidak mendekati garis pantai hingga status peringatan dicabut.
Gempa ini juga dirasakan di beberapa wilayah di Filipina, namun belum ada laporan kerusakan berarti. Tim tanggap darurat di kedua negara terus memantau perkembangan situasi.



