Gempa Magnitudo 3,5 Guncang Halmahera Timur, BMKG Rilis Data Terkini
Gempa M 3,5 Guncang Halmahera Timur, Ini Data BMKG

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,5 mengguncang wilayah Halmahera Timur, Maluku Utara, pada Selasa siang (30/6/2026). Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 11:46:45 WIB dengan pusat di Laut Maba, Kabupaten Halmahera Timur.

Detail Gempa: Kedalaman 4 Kilometer, Pusat di Barat Laut Maba

BMKG mencatat episenter gempa berada pada koordinat 1,05 Lintang Utara dan 128,01 Bujur Timur. Kedalaman gempa mencapai 4 kilometer, menjadikannya gempa dangkal. "Pusat gempa berada di darat 51 km Barat Laut Maba," jelas BMKG melalui laman resminya.

Guncangan dirasakan di Kabupaten Halmahera Timur dengan skala Modified Mercalli Intensity (MMI) II-III. Pada skala ini, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan dapat menyebabkan benda ringan bergoyang. Hingga pukul 21.30 WIB, BMKG hanya mencatat satu kali gempa di Indonesia pada hari itu.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Antisipasi dan Kesiapsiagaan Menghadapi Gempa Bumi

Gempa bumi merupakan bencana alam yang tidak dapat dicegah, namun dapat dihadapi dengan kesiapsiagaan. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), gempa bumi adalah getaran atau guncangan di permukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif, aktivitas gunung api, atau runtuhan batuan.

BMKG mendefinisikan gempa bumi sebagai peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi. Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa secara global, gempa bumi menyebabkan 750.000 kematian selama kurun 1998-2017, dengan lebih dari 125 juta orang terkena dampak.

Langkah-langkah Sebelum, Saat, dan Setelah Gempa

Sebelum terjadi gempa, pastikan struktur bangunan aman dan tidak rentan terhadap longsor atau likuifaksi. Kenali lingkungan sekitar, catat nomor darurat, dan atur perabotan agar tidak mudah jatuh. Siapkan kotak P3K, senter, radio, serta persediaan makanan dan air.

Saat gempa terjadi, lindungi kepala dan badan di bawah meja, hindari bangunan, tiang listrik, dan pohon jika berada di luar. Jika di dalam kendaraan, segera keluar dan menjauh. Di daerah pantai, jauhi pantai untuk menghindari tsunami. Di daerah pegunungan, waspadai longsoran.

Setelah gempa, keluar dari bangunan dengan tertib menggunakan tangga biasa, jangan gunakan lift. Periksa kondisi sekitar, lakukan pertolongan pertama jika ada yang terluka, dan dengarkan informasi resmi dari radio. Hindari memasuki bangunan yang rusak dan jangan mudah percaya pada isu yang tidak jelas sumbernya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga