Gelombang panas ekstrem yang melanda Perancis tidak hanya memicu lonjakan suhu udara, tetapi juga memperlihatkan jurang ketimpangan sosial yang dalam. Di kawasan miskin pinggiran Paris, seperti La Plaine di Saint-Denis, warga harus berjuang keras untuk bertahan hidup tanpa akses pendingin ruangan, sementara warga kelas atas bisa menikmati AC atau berlibur ke luar kota.
Warga Miskin Terpaksa Cari Cara Bertahan
Ibrahim Doukanthi, seorang warga La Plaine, memilih melompat ke Kanal Saint-Denis untuk mendinginkan tubuhnya. Saat itu, waktu menunjukkan hampir tengah hari dan suhu di wilayah Paris sudah mendekati 30 derajat Celsius. Tindakan ini mencerminkan keputusasaan warga miskin yang tidak memiliki akses terhadap fasilitas pendingin.
Saint-Denis adalah salah satu komune termiskin di utara Paris, terletak hanya beberapa ratus meter dari stadion nasional Stade de France. Ketimpangan ini semakin terlihat jelas saat gelombang panas melanda, di mana suhu di daerah padat penduduk dengan sedikit ruang hijau bisa lebih tinggi beberapa derajat dibandingkan kawasan elit.
Ketimpangan Akses Pendingin Ruangan
Menurut data, hanya sekitar 25 persen rumah tangga di Perancis yang memiliki AC, dan sebagian besar berada di kalangan menengah ke atas. Sementara itu, warga miskin di daerah pinggiran seperti Saint-Denis seringkali tinggal di bangunan tua yang tidak dirancang untuk menahan panas, tanpa ventilasi yang memadai.
Seorang pejabat setempat mengatakan, "Gelombang panas ini bukan hanya masalah cuaca, tetapi juga masalah keadilan sosial. Mereka yang mampu bisa melindungi diri, sementara yang lain harus bertahan dengan apa adanya."
Dampak Kesehatan dan Ekonomi
Gelombang panas ekstrem meningkatkan risiko kesehatan seperti dehidrasi, heatstroke, dan bahkan kematian. Di Perancis, ribuan orang meninggal akibat gelombang panas pada tahun 2003 dan 2022. Kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak di daerah miskin paling terdampak.
Selain itu, produktivitas ekonomi menurun karena pekerja tidak bisa bekerja optimal dalam suhu tinggi. Warga miskin yang bekerja di sektor informal atau manual paling menderita karena mereka tidak bisa bekerja dari rumah atau mencari tempat sejuk.
Perubahan Iklim Memperparah Ketimpangan
Para ahli memperingatkan bahwa perubahan iklim akan membuat gelombang panas semakin sering dan intens. Tanpa kebijakan yang adil, ketimpangan sosial akan semakin melebar. Pemerintah Perancis telah mengeluarkan peringatan panas dan membuka tempat penampungan sementara, namun akses terbatas bagi warga di daerah terpencil.
Ibrahim Doukanthi dan warga lainnya berharap ada solusi jangka panjang, seperti renovasi bangunan dan penyediaan ruang hijau di daerah miskin. Namun, perubahan tersebut membutuhkan investasi besar dan kemauan politik yang kuat.



