CIA Pernah Rekrut Kucing untuk Operasi Mata-mata, Tapi Gagal
CIA Rekrut Kucing untuk Operasi Mata-mata, Gagal

Selama Perang Dingin, Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) terkenal dengan berbagai operasi mata-mata inovatifnya. Namun, salah satu proyek paling tidak lazim adalah Operation Acoustic Kitty, yang melibatkan penggunaan kucing yang dimodifikasi secara bedah untuk menyadap percakapan musuh. Meskipun menghabiskan waktu bertahun-tahun dan dana jutaan dolar, proyek itu akhirnya dihentikan setelah gagal dalam uji coba lapangan.

Awal Mula Proyek Rahasia CIA

Pada puncak Perang Dingin, CIA berusaha mengembangkan alat penyadap yang tidak terdeteksi. Ide untuk menggunakan hewan, khususnya kucing, muncul karena kucing dianggap tidak mencurigakan di banyak lingkungan, termasuk di dekat gedung pemerintahan. Menurut dokumen CIA yang dideklasifikasi, proyek ini dimulai pada tahun 1960-an dan melibatkan tim ahli bedah dan pelatih hewan.

Kucing-kucing yang dipilih menjalani operasi rumit untuk menanamkan mikrofon di saluran telinga mereka, pemancar radio di pangkal tengkorak, dan antena tipis yang disembunyikan di bulu ekor. Kucing-kucing itu juga dilatih untuk duduk diam di dekat target selama berjam-jam. Total biaya yang dihabiskan mencapai lebih dari 20 juta dolar AS jika disesuaikan dengan inflasi saat ini.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Uji Coba dan Kegagalan di Lapangan

Setelah bertahun-tahun persiapan, CIA akhirnya melakukan uji coba operasional. Seekor kucing dikirim ke taman di dekat gedung Kedutaan Besar Uni Soviet di Washington, D.C. untuk merekam percakapan. Namun, begitu dilepaskan, kucing itu langsung berjalan ke jalan raya dan ditabrak taksi. Meskipun kucing selamat, misi gagal total karena peralatan rusak.

Dalam uji coba lain, kucing-kucing lebih sering tertarik pada hewan pengerat atau burung daripada target manusia. Mereka juga mudah teralihkan oleh suara dan gerakan, membuat rekaman yang diperoleh tidak berguna. Akhirnya, pada tahun 1967, CIA secara resmi membatalkan Operation Acoustic Kitty karena dianggap tidak praktis.

Dampak dan Warisan Proyek

Meskipun gagal, Operation Acoustic Kitty menjadi contoh bagaimana badan intelijen besar berani mengambil risiko dengan teknologi baru. Proyek ini juga menyoroti tantangan dalam menggunakan hewan untuk operasi intelijen. Saat ini, CIA lebih mengandalkan drone dan perangkat elektronik canggih, namun kisah kucing mata-mata tetap menjadi legenda dalam sejarah spionase.

Menurut analis intelijen, kegagalan tersebut memberikan pelajaran berharga tentang keterbatasan teknologi biomimetik. Meskipun demikian, ide merekrut hewan untuk misi rahasia tidak sepenuhnya hilang; angkatan laut AS pernah menggunakan lumba-lumba untuk mendeteksi ranjau laut, dan CIA dilaporkan juga melatih burung gagak untuk mengambil objek kecil.

Kisah Operation Acoustic Kitty kini diabadikan dalam berbagai buku dan dokumenter, mengingatkan publik bahwa tidak semua proyek intelijen berakhir sukses. Beberapa di antaranya, seperti operasi kucing ini, berakhir dengan cara yang memalukan namun tetap menarik untuk dipelajari.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga