CENTCOM AS Umumkan Serangan ke Iran Berakhir, Iran Balas Serang Fasilitas Militer AS
CENTCOM AS Umumkan Serangan ke Iran Berakhir

Komando Pusat Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan bahwa serangan terbaru terhadap Iran telah berakhir. Serangan yang diberi nama Operasi Epic Fury ini dimulai pada Rabu (10/06) pukul 17.15 waktu setempat, atau Kamis (11/06) pukul 05.15 WIB.

Latar Belakang Serangan

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth sebelumnya menyatakan bahwa militer AS akan membidik fasilitas-fasilitas penting di Iran. Hal ini sebagai respons atas kegagalan Iran mencapai kesepakatan dengan AS untuk mengakhiri perang. Serangan ini merupakan perintah langsung dari Presiden Donald Trump selaku Panglima Tertinggi.

Dalam pernyataan resmi di akun X (sebelumnya Twitter), CENTCOM menyatakan bahwa serangan dilancarkan terhadap sejumlah sasaran di Iran. Mereka menyebut serangan ini sebagai respons terhadap agresi Iran yang tidak beralasan dan terus berlanjut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Target Serangan AS

Menurut CENTCOM, serangan AS menghantam fasilitas pengawasan militer Iran, sistem komunikasi, dan pos-pos pertahanan udara di seluruh wilayah Iran. Aset-aset Korps Marinir, Angkatan Udara, dan Angkatan Laut AS melepaskan amunisi presisi ke sasaran-sasaran yang mengancam pasukan AS dan kapal-kapal komersial internasional yang melintasi perairan regional.

Media pemerintah Iran melaporkan ledakan di beberapa lokasi, termasuk Bandar Abbas, Kota Mina, Sirik, dan Pulau Qeshm di selatan Iran, dekat Selat Hormuz.

Iran Balas Serangan

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan telah menyerang fasilitas militer AS di Bahrain dan Kuwait sebagai balasan. Dalam dua gelombang operasi, IRGC mengklaim menghantam delapan belas sasaran penting milik Angkatan Darat AS di pangkalan udara Ali Al Salem dan Ahmed Al Jaber di Kuwait, serta Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain.

Pemimpin militer tertinggi Iran menyatakan bahwa Selat Hormuz ditutup sepenuhnya dan setiap kapal yang melintas akan diserang. Namun, CENTCOM membantah klaim ini dan menyatakan bahwa kapal komersial tetap melintasi Selat Hormuz dengan aman.

Respons Regional dan Internasional

Serangan Iran memicu respons keamanan di negara-negara Teluk. Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengimbau warga untuk tetap tenang dan menuju tempat aman setelah sirene berbunyi beberapa kali. Kuwait menutup sementara bandaranya, mengalihkan setidaknya lima penerbangan. Militer Kuwait sebelumnya menyatakan sistem pertahanan udaranya sedang menyerang sasaran udara musuh.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan pengurangan ketegangan, memperingatkan bahwa Asia Barat semakin terjerumus ke dalam krisis dengan dampak yang meluas.

Klaim Trump dan Pembantahan Iran

Dalam wawancara dengan Fox News, Presiden Trump mengklaim telah berbicara dengan pejabat Iran yang meminta penghentian serangan udara. Ia menyatakan serangan akan segera dihentikan, namun mengancam akan membombardir habis-habisan jika Iran tidak menandatangani perjanjian damai. Trump juga menyebut gencatan senjata 8 April 2026 sebagai yang paling sering dilanggar.

Media pemerintah Iran membantah klaim Trump dan menyatakan tidak ada komunikasi dengan pejabat AS.

Artikel ini diadaptasi dari laporan Deutsche Welle dalam bahasa Inggris oleh Muhammad Hanafi, dengan editor Tezar Aditya Rahman.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga