AS Serang Iran, Teheran Tutup Total Selat Hormuz
AS Serang Iran, Teheran Tutup Selat Hormuz

Kompleksitas geopolitik Timur Tengah kembali memanas setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan udara baru ke sejumlah wilayah di Iran. Serangan tersebut dilakukan atas perintah langsung Presiden Donald Trump, menandai eskalasi militer yang signifikan. Langkah ini segera mendapat respons keras dari Teheran, yang mengumumkan penutupan total Selat Hormuz bagi semua jenis kapal.

Serangan Udara AS ke Iran

Militer AS menyatakan bahwa serangan yang diluncurkan pada Rabu (10/6/2026) malam waktu setempat merupakan respons atas tindakan agresif Iran yang dinilai tidak beralasan dan terus berlanjut. Media pemerintah Iran melaporkan serangkaian ledakan dahsyat mengguncang Pulau Qeshm, serta kota-kota pelabuhan penting di sepanjang Selat Hormuz seperti Bandar Abbas dan Sirik.

Dampak Penutupan Selat Hormuz

Penutupan Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital bagi pengiriman minyak dunia, diperkirakan akan memicu lonjakan harga energi global. Iran menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk pembelaan diri terhadap agresi AS. Situasi ini semakin memperburuk ketegangan yang sudah tinggi di kawasan tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Masyarakat internasional menyerukan de-eskalasi dan dialog untuk mencegah konflik yang lebih luas. Namun, kedua belah pihak tampaknya masih bersikukuh pada posisi masing-masing, meningkatkan kekhawatiran akan pecahnya perang terbuka.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga