Abaikan Peringatan Trump, Israel-Iran Kembali Membara!
Abaikan Trump, Israel-Iran Kembali Membara!

Jakarta - Timur Tengah kembali memanas setelah Israel melancarkan serangan terhadap target-target di Iran, mengabaikan seruan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menahan diri. Otoritas Israel pada Senin (8/6) mengkonfirmasi bahwa mereka telah menyerang berbagai wilayah di Iran sebagai pembalasan atas gempuran rudal Teheran sebelumnya.

Ledakan di Tiga Kota Iran

Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa ledakan terdengar di tiga kota, termasuk ibu kota Teheran. Militer Israel menyatakan bahwa serangan mereka menyasar target di Iran bagian barat dan tengah. Langkah ini merupakan respons langsung terhadap serangan Iran pada hari Minggu (7/6) yang melibatkan 11 rudal, yang menurut Israel semuanya berhasil dicegat tanpa menimbulkan korban jiwa.

Trump Berusaha Meredakan Ketegangan

Sebelum serangan ini, Trump telah berupaya menenangkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Dalam wawancara telepon dengan jurnalis Axios, Barak Ravid, Trump menyatakan, "Saya akan menelepon Bibi sekarang dan mengatakan kepadanya untuk tidak membalas." Trump menambahkan, "Israel telah melakukan serangannya dan Iran telah melakukan serangannya. Kita tidak membutuhkan serangan lain." Meskipun demikian, serangan Israel tetap terjadi. Ravid kemudian memposting bahwa seorang pejabat AS mengatakan Trump telah berbicara dengan Netanyahu, namun Gedung Putih dan Trump belum memberikan komentar resmi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Seruan Pengendalian Diri dari Inggris

Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper juga menyerukan pengendalian diri. Dalam unggahan di media sosial X, ia menulis, "Kembalinya konflik antara Iran dan Israel bukanlah kepentingan siapa pun," sambil mendorong jalur diplomasi. Teheran sendiri telah menegaskan bahwa setiap kesepakatan untuk mengakhiri perang secara permanen harus mencakup penghentian konflik di Lebanon, di mana Israel tengah melancarkan serangan terhadap Hizbullah yang didukung Iran. Iran sebelumnya memperingatkan bahwa serangan baru di Beirut akan memicu "kembalinya permusuhan skala penuh."

Peringatan Garda Revolusi Iran

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ali Safari, mengatakan kepada televisi Al-Mayadeen bahwa serangan Teheran terjadi setelah berminggu-minggu menahan diri terhadap agresi Israel. Garda Revolusi Iran menyebut serangan mereka sebagai "peringatan" setelah Israel menyerang pinggiran selatan Beirut. Garda mengancam akan melancarkan serangan yang lebih luas jika agresi Israel berlanjut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga