3,5 Juta Halaman Dokumen Epstein Dipamerkan di New York
3,5 Juta Halaman Dokumen Epstein Dipamerkan di New York

Pameran di New York menampilkan semua dokumen kasus terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein yang dicetak. Dokumen kasus Epstein telah dirilis secara online oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat beberapa waktu lalu, tetapi menuai kritikan publik karena penyensoran besar-besaran di dalamnya.

Pameran Dokumen Epstein

Pameran yang digelar oleh kelompok advokasi transparansi AS Institute of Primary Facts ini, seperti dilansir AFP pada Selasa (12/5/2026), menampilkan versi cetak keseluruhan berkas kasus Epstein. Totalnya sekitar 3,5 juta halaman yang disusun pada rak seperti buku-buku di perpustakaan. Pameran ini berlangsung hingga 21 Mei.

Perpustakaan yang menampilkan berkas kasus Epstein itu diberi nama "The Donald J Trump and Jeffrey Epstein Memorial Reading Room". Nama Presiden AS Donald Trump diketahui banyak muncul dalam dokumen kasus Epstein yang dirilis ke publik, dan dia diketahui sempat menjalin hubungan dekat dengan mantan pemodal terkemuka AS tersebut di masa lalu.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Detail Pameran

Dalam pameran tersebut, semua dokumen kasus Epstein yang dirilis berdasarkan Undang-undang Transparansi Dokumen Epstein dijilid dalam 3.437 volume, semuanya diberi nomor dan diatur di rak. "Kebenaran sulit disangkal ketika dicetak dan dijilid untuk Anda lihat," demikian bunyi situs web Institute of Primary Facts, organisasi nonprofit yang berbasis di Washington yang menggelar pameran tersebut.

Mereka yang tertarik untuk melihat berkas-berkas tersebut di perpustakaan di Tribeca dapat melakukannya dengan mendaftar secara online. Namun, karena kesalahan Departemen Kehakiman AS dalam gagal menyunting nama beberapa korban yang disebut dalam dokumen tersebut, masyarakat umum tidak diizinkan untuk melihat berkas-berkas tersebut. Pameran ini menawarkan pengecualian untuk kalangan profesional seperti jurnalis dan pengacara.

Hubungan Trump dan Epstein

Pameran di New York ini juga menampilkan informasi tentang hubungan yang terjalin lama antara Trump dan Epstein, yang tewas dalam tahanan federal AS pada tahun 2019 saat menunggu persidangan atas tuduhan perdagangan seks yang melibatkan anak-anak di bawah umur. Keduanya berteman selama beberapa dekade sebelum dilaporkan berselisih pada tahun 2004 terkait sebuah kesepakatan properti, setelah itu Trump secara terang-terangan mengecam mantan rekan dekatnya tersebut. Trump juga berulang kali membantah telah melakukan pelanggaran hukum setelah namanya banyak muncul dalam dokumen-dokumen Epstein.

"Kami adalah organisasi pro-demokrasi, dengan tujuan mendidik masyarakat dalam menggunakan museum pop-up semacam ini dan pengalaman nyata lainnya untuk membantu orang-orang memahami korupsi di Amerika Serikat, bahaya bagi demokrasi," kata David Garrett, salah satu pencipta proyek itu, kepada AFP. Garrett mengatakan dirinya meyakini "perlu ada protes publik yang nyata" tentang bagaimana pemerintahan Trump menangani publikasi dokumen kasus Epstein. Banyak pihak menuduh pejabat kehakiman AS menutup-nutupi hubungan Trump dengan Epstein.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga